Senin, September 21, 2009

SHALAT IEDUL FITRI DI KBRI TRIPOLI LIBYA





KBRI Tripoli Libya pada hari Sabtu, 19 September 2009 ( 1 Syawal 1377 Wafat Rasul / 1430 H)mengadakan Shalat Iedul Fitri bertempat di basement Gedung KBRI Tripoli yang terletak di Hay Karamah, Sarraj, Tripoli. Shalat tersebut dihadiri oleh Bapak Dubes RI untuk Libya dan Ibu Sanusi, masyarakat Indonesia di Tripoli dan sekitarnya serta para mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilu pengetahuan di kampus Kulliyah Dakwah Islamiyah (KDI) yang dikelola oleh World Islamic Call Society (WICS) yang membangun Masjid Muammar Gaddafi di Sentul, Bogor, Indonesia. Bertindak sebagai imam pada shalat Idedul Fitri tersebut Ust. H. Nasruddin Latief, Lc, MA dan bertindak sebagai khatib Ust. H. Nandang Nursaleh, SS, S.Pd, mahasiswa S2 yang sedang menulis thesis di KDI. Berikut ini naskah khutbah Iedul Fitri tersebut:


KHUTBAH IDUL FITRI KBRI TRIPOLI 2009
1 Syawal 1430/19 September 2009
Oleh: Ust. H. Nandang Nursaleh, SS, S.Pd

اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ * اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ *اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ*
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ. لاَ اِلَهَ إِلاّ اللهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لااله الاالله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون ولو كره المشركون ولو كره المنافقون لااله الاالله و الله اكبر الله اكبر ولله الحمد*
الحمد لله الذى أنعم علينا وهدانا إلى دين الأ سلام وجعل رمضان شهرا مباركا ورحمة للناس واشكروا نعمة الله ان كنتم إياه تعبدون ولعلكم تتقون*
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ َلا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd...
Hadirin jamaah idul fitri KBRI Tripoli yang berbahagia..

Sejak hari kemarin, ketika cahaya mentari mulai redup menggelapkan mayapada; gegap gempita gema takbir, tahlil, dan tahmid; membahana di sebagian penjuru planet bumi. Gemuruh mengagungkan asma Allah ini, terus menerus berkumandang secara estafet, diawali dari hari kemarin di sudut bumi paling timur sampai malam nanti di kawasan dunia paling barat. Sang surya yang menjadi pusat edar dari galaksi bimasakti bersama sejumlah planet yang ditundukkan dan dipatuhkan mengelilinginya, termasuk planet bumi ini, akan menjadi saksi dari sekitar 1,5 milyar umat manusia yang sudah menyatakan ketundukan dan kepatuhannya kepada sang Pencipta, Alloh SWT. Selama lebih 24 jam tak henti-hentinya planet bumi menggemakan dan memancarkan aura dari suara takbir, tahlil, dan tahmid kaum muslimin. Bahkan sesungguhnya, bukan hanya kita sebagai manusia saja yang menggemakan keagungan dan kesucian Alloh SWT; dalam ekspresi yang berbeda, bumi dan langit serta seluruh yang ada di dalamnya; mulai dari butiran atom yang terkecil sampai gugusan galaksi yang terbesar, jutaan bintang-bintang dan milyaran planet, binatang dan seluruh speciesnya, tumbuhan dan seluruh keanekaragamannya, ratusan ribu malaikat dan milyaran makhluk jin, ribuan arwah para nabi dan rasul, para wali dan arwah nenek moyang kita yang soleh… pada saat ini, semuanya serempak menggemakan keagungan sang Khaliq. Bahkan bukan hanya hari ini, Secara sunatullah sesungguhnya jagat raya tak pernah diam, senantiasa tunduk kepada Allah, mensucikan nama-Nya, mengagungkan kebesaran-Nya, memuji karya-karya-Nya, dan mengesakan dzat-Nya

يَُسبِّحُ لِلَّهِ مَا فِيْ السَمَوَاتِ وَمَا فِي ْالأَرْضِ اْلمَلِكِ ْالقُُدُّسِ الْعَزَيْزِ ْالحَكِيْمِ
"Senantiasa bertasbih mensucikan asma Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ia Raja Diraja, Yang Maha Suci, Yang Maha Digjaya, lagi Maha Bijaksana" (QS. Al-Jumu'ah:1)

Allohu akbar allohu akbar walillahilhamd.
Alloh maha agung... segala puji bagi Alloh yang maha Agung
Hadirin jamaah idul fitri yang berbahagia…

Pada pagi ini, kita semua di lapangan KBRI Tripoli ini, mendapat giliran menggemakan takbir, tahlil, dan tahmid tersebut. Walaupun kita jauh dari tanah air, keluarga, dan handai taulan.. tetapi tetap kita bersemangat untuk datang menghadap panggilan Allah SWT, menundukkan hati diharibaan-Nya, dan khusyu menggemakan pujian-pujian untuk-Nya; mengagungkan kebesaran-Nya, seraya menyadari betapa kerdilnya kita dihadapan-Nya, betapa perlunya kita pada karunia-Nya, dan betapa tidak berartinya kehidupan ini tanpa petunjuk dan bimbingan-Nya.

Hari ini kita merayakan hari yang sangat istimewa, hari raya idul fitri. Betapa tidak, hari ini Islam melegitimasi penganutnya untuk bersuka cita, memakai pakaian dan wangi-wangian yang terbaik dan menghidangkan makanan yang istimewa dan diharamkan berpuasa. Hari ini adalah hari kemenangan bagi kita sebagai kaum muslimin dalam melawan hawa nafsu di bulan Ramadan yang lalu. Dari sisi spiritualitas, hari ini adalah hari yang suci; orang-orang dewasa dilahirkan kembali oleh Ramadan menjadi sosok-sosok bayi yang suci. Suci dari kotoran-kotoran jiwa dan penyakit hati yang mungkin telah mengidap dalam diri kita selama kurun waktu 11 bulan yang lalu. Oleh karena itu, 1 bulan dalam 1 satu tahun secara totalitas kaum muslimin difasilitasi oleh Alloh swt untuk melakukan terapi dan perawatan sehingga kotoran-kotoran jiwa dan penyakit-penyakit nurani itu, dibersihkan dan disucikan. Dengan demikian orang yang telah mengikuti prosesi Ramadan diharapkan dapat keluar dalam keadaan bersih dan suci dari noda dan dosa.. Inilah fungsi Ramadan sebagai sarana untuk penebusan dosa.

Jika kita membaca referensi agama dan kepercayaan yang ada di dunia ini, kita akan menemukan bahwa setiap agama memiliki konsep dan metode tentang penebusan dosa umatnya. Ada yang menebusnya dengan cara menyerahkan sejumlah uang atau harta benda kepada pemuka agama, ada yang mengorbankan tumbal, bahkan dalam sekte-sekte agama tertentu, penebusan dosa dilakukan dengan cara melukai diri atau bahkan bunuh diri.

Islam memberikan banyak konsep penebusan dosa yang semuanya sangat praktis, humanis, dan rasional. Misalnya, dosa-dosa kecil yang kita lakukan secara langsung kepada Allah, bisa pupus hanya dengan istigfar, siraman air wudlu, atau memperbanyak sedekah. Untuk dosa yang lebih besar bisa dimaafkan dengan meminta ampun, salat taubat, seraya berjanji tak mengulangi kembali. Jika dosanya bersangkut paut dengan individu manusia, semisal menggunjing, memfitnah, menyakiti; maka harus terlebih dahulu diselesaikan antar individu tersebut dengan meminta maaf. Atau jika dosanya berkaitan dengan kemaslahatan umum maka penegakan hukum tebusannya. Jika dosa-dosa kemanusiaan ini tidak diselesaikan di dunia maka mahkamah rabbaniah di akhirat yang akan mengadilinya. Tentu saja kita tidak ingin berurusan dengan pengadilan Alloh yang tanpa pandang bulu. Apalagi kalau gara-gara dosa kemanusiaan, kita menjadi orang yang divonis bangkrut di akhirat kelak. Sebagaimana diceritakan dalam hadits: Rasulullah SAW. bertanya kepada para sahabat: Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab: orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda yang tersisa. Kemudian Rasulullah menyanggah: Bukan, Orang yang benar-benar bangkrut (pailit) di antara umatku ialah orang yang di hari kiamat datang membawa seabrek pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu) datanglah orang-orang yang menuntutnya, karena ketika (di dunia) ia mencaci ini dan menuduh itu, memakan harta si ini dan menyakiti si itu, melukai si itu dan memukul si ini. Maka diberikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada si ini dan si itu.. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah dosa-dosa si ini dan si itu (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian dicampakkanlah ia ke dalam api neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Hadirin Jamaah idil Fitri yang berbahagia…

Ternyata mulut, tangan, kaki, dan anggota tubuh kita yang biasa kita gunakan untuk beribadah, bersujud, berdzikir, berpuasa, berzakat; dapat membuat kita pailit kelak. Tidak hanya menghabiskan modal pahala yang kita tumpuk sepanjang umur kita tapi bahkan dapat menimpakan dosa orang lain menjadi tanggung jawab kita. Ini semua disebabkan karena kita terlalu meremehkan dosa dan kesalahan terhadap sesama.

Oleh karena itu, dipenghujung Ramadan setelah dosa-dosa kita di ampuni oleh Alloh, maka selanjutnya adalah saling memaafkan di antara sesama manusia agar kita betul-betul suci terbebas dari dosa kemanusiaan yang dapat membangkrutkan pahala kita di akhirat kelak.

Allohuakbar 3X walillahilhamd
HAdirin JAmaah Idil Fitri yang berbahagia…

Inilah sesungguhnya makna idul fitri yang dimaksudkan. Secara etimologis, kata ied berarti kebiasan yang berulang, sedangkan fitri berasal dari kata fatara yang berarti menciptakan atau asal mula atau original. Jadi secara Filosofi, idul fitri memiliki arti hari raya yang berulang setiap tahun yang mengembalikan manusia dalam keadaan bersih, suci, terbebas dari segala dosa sebagaimana asal mula penciptaannya.

Demikianlah Islam menilai, bahwa manusia dilahirkan ke dunia dalam kejadian asal yang suci (fithrah) tanpa dosa sedikitpun. Seandainya tidak ada pengaruh lingkungannya, manusia diasumsikan akan tumbuh dalam kesucian itu. Firman Allah dalam Surat ar-Rum ayat 30:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ
ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ [الروم : 30[

“Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama secara benar, menurut fitrah Allah yang atas itu pula Allah menciptakan manusia. Tiada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Juga sabda Nabi SAW: كل مولود يولد على الفطرة
“setiap manusia dilahirkan dalam kesucian”.
Kesucian asal itu bersemayam dalam hati nurani dan selalu mendorong manusia untuk senantiasa mencari, berpihak, dan berbuat yang baik dan benar.

Akan tetapi, meskipun dasarnya suci, manusia adalah makhluk yang lemah, mudah membuat kesalahan, sehingga tergelincir ke dalam dosa yang menjadikan dirinya tidak suci lagi. Manusia mudah tertarik kepada hal-hal yang sepintas lalu menawarkan kesenangan, padahal dalam jangka panjang membawa malapetaka. Itulah sebabnya dalam agama kita ada ritus-ritus penyucian diri, dan ibadah puasa merupakan ritus yang utama untuk membakar habis dosa-dosa kita. Bukanlah suatu kebetulan, jika bulan yang baru saja kita lalui bernama Ramadhan, yang secara harfiah berarti “bulan pembakaran”.

Inti Idul Fitri adalah bersihnya kita dari segala dosa. Kesucian diri ini perlu terus kita pelihara, karena pada hakikatnya proses penyucian diri ini merupakan jihad an-nafs, proses yang sustainable, yang terus-menerus harus kita jalani sepanjang hidup. Betapa sulitnya proses ini sehingga Al-Qur’an menyebutnya sebagai al-`aqabah atau “jalan mendaki”. Sebagai manusia yang lemah, kita mungkin pernah tergelincir dalam kesalahan terhadap manusia yang lain, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Dalam pergaulan sehari-hari sering terjadi pertikaian ataupun kesalahfahaman antara sesama anggota masyarakat, antara sesama kolega ditempat bekerja, bahkan sering terjadi perselisihan dalam satu keluarga, antara suami dan istri, antara anak dan orang tua, antara kakak dan adik. Marilah kita jadikan 1 Syawal 1430 Hijriah ini sebagai momentum untuk menghabisi perasaan dendam dan amarah yang mungkin tumbuh pada saat kita lalai dan terbawa oleh emosi. Marilah kita buka lembaran kehidupan yang baru, yang lebih akrab, yang bersih dari suasana pertikaian, sesuai dengan kesucian Idul Fitri.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
La ilaha illallahu wallahu akbar.
Allahu Akbar wa lillahilhamd.

Sejak Idul Fitri resmi jadi hari raya umat Islam, tepatnya pada tahun II ‎H. kita disunahkan untuk merayakannya sebagai ungkapan syukur atas ‎kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama Ramadhan. Tapi ‎Islam tak menghendaki perayaan simbolik, bermewah-mewah. Apalagi sambil ‎memaksakan diri. Islam menganjurkan perayaan ini dengan kontemplasi dan ‎tafakur tentang perbuatan kita selama ini.‎

Syeikh Abdul Qadir al-Jailany dalam al-Gunyah-nya berpendapat, merayakan ‎Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri ajang tasyakur, ‎refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Allah Swt. Idul Fitri adalah momentum mengasah ‎kepekaan sosial kita. Ada pemandangan paradoks, betapa disaat kita ‎berbahagia hari ini, saudara-saudara kita di tempat-tempat lain masih banyak ‎menangis menahan lapar dan derita. Di Palestina mereka merayakan Idul Fitri di bawah ancaman mortir dan moncong senjata pasukan Israel. Di negeri-negeri lain, kaum muslimin merayakan ied dengan perasaan tidak nyaman, karena mereka minoritas dan termarjinalisasi.

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur. Allah SWT telah menakdirkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang umat Islamnya paling banyak di muka bumi. Tidak ada negara manapun yang penduduk Muslimnya lebih banyak dari negara kita. Ditambah pula dengan anugerah Ilahi berupa sumber daya alam yang berlimpah. Bahkan Negara kita pada pertengahan dasawarsa 90-an, dipandang oleh dunia internasional sebagai salah satu dari Macan-Macan Asia di bidang ekonomi.

Namun, tiba-tiba saat ini, nikmat Allah itu tercerabut dari negeri kita. Krisis demi krisis menimpa negara dan bangsa Indonesia. Berbagai bencana alam datang silih berganti. Baru-baru ini terjadi gempa bumi di jawa bagian barat dan beberapa wilayah lainnya. Gempa itu, tak sedikit memakan korban manusia, harta benda, dan menghabiskan triliunan rupiah. Kejahatan dan teror merajalela, sifat ramah bangsa kita seolah-olah lenyap menghilang.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri kita ini? Mengapa nikmat Allah berubah menjadi bencana? Mengapa negeri yang kaya raya dan terpandang kini menjadi negeri miskin dan penghutang besar? Mengapa masyarakat yang terkenal santun dan rukun berubah menjadi liar dan saling bermusuhan? Mengapa orang-orang yang tidak berdosa atau tidak bersalah harus pula menanggung musibah ini? Bukankah mayoritas penduduk negeri ini mengaku beriman kepada Allah, dan bukankah di negeri ini terdapat banyak ulama, ahli waris para nabi dan pemberi peringatan?

Kita mungkin akan tersadar jika membaca firman Allah dalam Surat al-Anfal ayat 25:
وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً، وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [الأنفال : 25
“Peliharalah dirimu dari malapetaka yang tidak hanya menimpa orang-orang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaNya.”
Juga Surat al-Anfal ayat 53–54:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّراً نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ *
َكدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَذَّبُواْ بآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَونَ وَكُلٌّ كَانُواْ ظَالِمِينَ الأنفال : 53-54]

“Siksaan yang demikian itu terjadi karena sesungguhnya Allah tidak mengubah nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada suatu bangsa sehingga bangsa itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Keadaan bangsa itu sama dengan keadaan Fir`aun dan pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya. Maka Kami binasakan mereka lantaran dosa-dosa mereka sebagaimana Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikutnya. Semuanya adalah orang-orang zalim”(QS Al-Anfal 53-54).

Mungkin bangsa kita telah zalim sebagaimana Fir`aun dan para menterinya: Qarun, Haman, Bal`am serta para pengikutnya. Barangkali para penguasa, pengendali pemerintahan dan pengambil keputusan dalam masyarakat kita telah berperilaku seperti Fir`aun, merasa berkuasa mutlak dan berlaku sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Boleh jadi para penguasa, para wakil rakyat, para aparatur negara dan para pengusaha telah menjadi rakus seperti Qarun yang mengumpulkan kekayaan dan harta tanpa peduli halal atau haram. Jangan-jangan para sarjana, ilmuwan dan kaum intelektual dalam masyarakat kita telah menjadi Haman yang mendedikasikan kecendekiaannya untuk kepentingan penguasa dan mengelabui rakyat. Dan tidaklah terbayangkan jika para ulama dan ahli agama dalam masyarakat kita telah menjadi seperti Bal`am yang menjual ayat-ayat Allah demi kepuasan nafsu dan mengemas kecintaan pada dunia dengan bungkus agama.

Atau barangkali kita telah terbiasa bersikap feodal seperti umat Nabi Nuh a.s. yang senang disanjung dan suka menghina sesama hanya karena perbedaan status sosial. Padahal Nabi Nuh a.s. telah berseru:
ألا تتقون ؟
Mengapa kalian tidak bertaqwa? Lalu Allah menghanyutkan mereka dengan air bah tanpa sisa (Asy-Syu`ara’ 105-122).

Atau barangkali kita telah bersikap sombong seperti kaum `Ad yang tidak mau mendengar nasehat karena merasa menguasai ilmu dan teknologi. Padahal Nabi Hud a.s. telah berseru:
ألا تتقون ؟
Mengapa kalian tidak bertaqwa? Lalu Allah membinasakan mereka semua (Asy-Syu`ara’ 123-140).

Atau barangkali kita telah menjadi serakah seperti kaum Tsamud yang mencari kekayaan dengan cara yang bathil. Padahal Nabi Shaleh a.s. telah berseru:
ألا تتقون ؟
Mengapa kalian tidak bertaqwa? Lalu Allah menurunkan azab bagi mereka (Asy-Syu`ara’ 141-159).

Atau barangkali kita telah melampaui batas seperti penduduk Sodom yang merusak tatatan rumah tangga dan nilai-nilai kehidupan keluarga. Padahal Nabi Luth a.s. telah berseru:
ألا تتقون ؟
Mengapa kalian tidak bertaqwa? Lalu Allah melenyapkan mereka di laut Mati (Asy-Syu`ara’ 160-175).

Atau barangkali kita suka berlaku curang seperti penduduk Aikah (Madyan) yang merugikan hak-hak orang lain. Padahal Nabi Syu`aib a.s. telah berseru:
ألا تتقون ؟
Mengapa kalian tidak bertaqwa? Lalu Allah mendatangkan siksaan bagi mereka (Asy-Syu`ara’ 176-191).

Allohuakbar 3 x walillahilhamd

Potret-potret bangsa terdahulu yang diceritakan al-Qur'an dan dimusnahkan oleh Alloh karena menentang perintah-Nya, nampaknya semakin terrefleksi oleh bangsa kita saat ini. Para kiai, ustad, dan ulama setiap detik menyampaikan dakwahnya di masjid, majlis taklim, melalui tulisan; bahkan dibulan Ramadan ini TV kita dikhiasi oleh acara-acara bernuansa Islami. Namun bersamaan dengan itu pula, kemaksiatan tumbuh subur, bahkan tampak lebih ekstrim. Di Bulan Ramadan tak sedikit orang secara terang-terangan melakukan kemunkaran, makan minum atau merokok di siang bolong seolah-olah dirinya menjadi pahlawan yang berani menentang Tuhan.

Pada Lebaran tahun lalu, khatib pernah menelusuri kawasan indekos mahasiswa di kawasan pendidikan tinggi di kota Bandung. Sungguh terkejut ketika membaca sebuah pamflet pengumuman yang tertempel di dinding tembok yang isinya undangan silaturahmi yang dilaksanakan oleh perkumpulan kaum homoseksual, gay dan lesbian yang anggotanya justru banyak dari mahasiswa dan intelektual. Penduduk Sodom, kaumnya nabi Luth yang ditenggelamkan di laut Mati, saat ini ternyata tumbuh subur di negeri kita.

Bertubi-tubinya bencana di negeri kita harus menjadi perhatian bersama, jika kita tidak mengharapkan generasi kita musnah. Para ilmuwan sekular boleh-boleh saja mengemukakan argumentasi logisnya mengenai bencana alam, para ahli geologi bebas-bebas saja berteori tentang gempa bumi baik vulkanik atau tektonik yang melingkupi kepulauan Indonesia, adalah sebagai gejala alam semata.

Gempa yang mengejutkan kita di Tasikmalaya Jawa Barat pada bulan Ramadan ini dan telah memakan ratusan korban dan kerugian triliunan harta benda, atau bencana-bencana alam lainnya; seringkali hanya mampu dijelaskan penyebabnya secara parsial dari sudut pandang teori-teori ilmiah. Bahkan seringkali penjelasan teoretik hanya memperdangkal dan mempersempit persepsi masyarakat tentang kesatuan sistemik jagat raya, tentang hubungan antara prilaku manusia dengan gejala alam dan sang pencipta.

Islam memiliki persepsi yang komprehensif dalam memandang semua fenomena alam. Bukan hanya dari sisi logika ilmiah tetapi juga dari sudut pandang ilahiah. Islam tidak menafikan peran logika dalam menafsirkan gejala Alam. Justru mendorong agar manusia terus berfikir.

Tetapi Islam juga membimbing dan menjelaskan hakikat-hakikat melalui informasi-informasi yang bersumber dari sang pencipta alam semesta yang dibawa oleh utusan-Nya Rasulullah SAW.

Islam menilai fenomena alam yang mengakibatkan musibah, terjadi tidak berdiri sendiri atau hanya suatu kebetulan semata. Jangankan bencana alam, selembar daun jatuh pun dari pohonnya sudah sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SAW. Oleh karena itu bencana Alam tidak bersifat independen, ia saling berhubungan antara Tuhan, manusia, dan alam itu sendiri.

Kalau khatib boleh menisbatkan hubungan antara Tuhan, manusia dan Alam semesta; maka ibarat sebuah perusahaan besar. Sederhananya, Tuhan adalah sang pemilik atau komisaris perusahaan, manusia adalah manager yang mengelola, dan alam semesta adalah perusahaan itu sendiri. Manager bertugas mengelola perusahaan agar untung dan mampu menyejahterakan karyawannya sesuai dengan ketentuan dan aturan main yang bersumber pada AD/ART perusahaan. Dalam hal ini, manusia sebagai manager bertugas mengelola dan memelihara alam semesta ini. Islam menyebut manusia sebagai khalifatullah yang bertugas memakmurkan bumi agar menjadi rahmat atau karunia bagi manusia dan makhluk lainnya. Ketentuan dan aturan main dalam mengelola alam semesta ini harus bersumber pada AD/ART perusahaan alam semesta ini yaitu Al-Quran dan As-Sunnah yang sudah disepakati dan diberikan oleh sang pemilik perusahaan, Alloh SWT. Jika manager berprestasi mengelola perusahaan maka ia pantas mendapat penghargaan. Begitupun sebaliknya, jika manager melakukan kesalahan atau melanggar aturan main, maka langkah pertama, koleganya harus memberikan teguran atau peringatan. Namun jika peringatan kolega tidak mempan dan manager semakin merugikan dan mengancam keberlangsungan perusahaan, maka komisaris boleh memutuskan untuk memberi sanksi yang lebih berat bahkan memecat.

Begitu pula manusia, jika dalam mengelola alam ini dan seisinya, memiliki prestasi yang baik maka ia pantas mendapat keberkahan dan kasih sayang Allah SWT. Namun jika manusia melakukan kesalahan atau melanggar aturan main yang termaktub dalam al-Qur'an dan As-Sunnah, maka pertama, tugas kita sebagai kolega harus memberikan peringatan atau nasihat. Itulah fungsi amar ma'ruf nahi munkar yang dilakukan ustadz, kiai, ulama bahkan merupakan kewajiban kita semua. Tujuannya agar kemaslahatan dan kesinambungan alam semesta ini tetap terpelihara. Namun tak sedikit manusia yang tetap membandel, egois, semau gue, memperturut hawa nafsunya; maka wajar kemudian jika sang komisaris perusahaan alam semesta ini Alloh SWT, memberikan sanksi yang lebih berat kepada manusia, sebagai manager. Bahkan kesalahan sang manager perusahaan terkadang dapat menimbulkan efek domino yang merugikan pihak-pihak lain. PHK karyawan, penghentian projek atau produksi, merusak sistem pasar bahkan dalam lingkup yang lebih besar dapat mengoyak tatanan sosial. Dalam kondisi yang paling parah perusahaan juga dapat dinyatakan pailit atau bangkrut dan ditutup oleh sang pemilik.

Begitulah personifikasi pengelolaan alam semesta termasuk bumi ini. Jika manusia sebagai managernya, terus menerus melakukan penyimpangan dari ketentuan dan aturan main yang telah digariskan oleh Alloh SWT atau dengan kata lain selalu bermaksiat kepada-Nya, maka jika sang Pemilik memberikan sanksi dapat menimbulkan efek domino yang melebar. Bisa jadi yang melakukan kemunkaran hanya seorang, atau sekelompok orang, tapi orang-orang yang tak bersalah seperti anak-anak dapat menjadi korban; bahkan juga hewan, tumbuhan, dan harta benda lainnya. Itulah yang terjadi dengan musibah-musibah yang menimpa di negeri kita atau belahan bumi lainnya.
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. Taghobun: 11)

Dalam kondisi yang paling parah jika alam semesta ini dianggap tidak layak lagi beroperasi, karena bangunan dan system jaringannya sudah tidak normal, maka sang Pemilik akan menyatakan pailit atau bangkrut dan alam semesta ditutup. Itulah yang disebut kiamat kubro. Alam semesta ini dihancurkan sehancur-hancurnya. Manusia yang diberikan tanggung jawab mengelola dunia ini semuanya di PHK dan dipindahkan ke alam lain untuk diperhitungkan satu persatu mengenai pekerjaannya. Jika bekerja dengan baik, maka kebaikan sebesar atom pun akan diberikan upahnya, begitu pula sebaliknya.
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ * وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. )QS. Zalzalah 7-8).

Musibah-musibah yang selama ini terjadi baik yang disebabkan oleh fenomena alam seperti gempa bumi atau yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti banjir, kebakaran, penyakit, atau kecelakaan; dalam perspektif Islam dianggap kecil dan disebut sebagai kiamat sughra. Musibah ini bisa sebagai sanksi atau peringatan dari Alloh SWT. Sanksi atau peringatan ini kemungkinannya, kita dapat mencegahnya atau minimal menghindarinya. Caranya adalah bertaqwa. Mencegah banjir, bentuk taqwanya adalah memelihara hutan dan tidak melakukan illegal loging. Mencegah penyakit, bentuk taqwanya adalah pola hidup sehat, makan yang halal dan baik.. dst..dst..

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [الروم : 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Jadi sekali lagi kuncinya adalah bertaqwa.

Musibah-musibah yang menimpa umat-umat terdahulu pun seperti yang telah disebutkan oleh khatib tadi, seluruhnya diakibatkan karena tidak bertaqwa.

Allohuakbar 3X walilahilhamd..

Bertaqwa, itulah tujuan dilaksanakannya prosesi shaum Ramadhan selama 1 bulan penuh, sebagaimana firman Alloh SWT.
يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah 183).

Ramadan dengan seluruh aktivitasnya sesungguhnya merupakan upaya meningkatkan kepribadian muslim dan masyarakatnya menuju pribadi yang berkualitas, baik secara fisik maupun mental spiritualnya. Kepribadian yang berkualitas ini, al-Quran mengistilahkannya dengan kata Taqwa. Dan orang-orang yang berkualitas fisik dan mental spiritualnya disebut muttaqin.

Berbicara tentang kualitas diri atau taqwa, dalam dimensi Islam sesungguhnya dapat diukur dan bukan prilaku pasif dan beku. Tetapi merupakan sesuatu yang aktif dan dinamis. Taqwa bukanlah kesadaran iman dalam arti percaya semata yang hanya dapat dirasakan oleh hati seseorang. Tetapi taqwa adalah entitas yang riil, dapat diukur, dan tampak sebagai kenyataan yang hidup. Taqwa dapat dirasakan akibatnya oleh diri sendiri dan orang lain. Seseorang bertaqwa diukur oleh perwujudan lisannya, ekspresi tubuhnya, tindakan tangan dan langkah kakinya, dan juga cara berfikir otaknya.

Taqwa dapat diukur secara riil dalam prilaku manusia. Dikatakan seseorang bertaqwa jika setiap ujaran yang diluncurkan lisannya adalah sesuatu yang jujur, benar, dan santun. Kesantunannya bertutur, tatkala berbicara dengan orang lain, tidak menimbulkan fitnah, menyakiti perasaan, tidak menggunjing dsb. Wujud riil taqwa adalah ketika seorang istri di tinggal suami ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya. Wujud riil taqwa adalah ketika seorang suami tidak bersama istrinya tapi mampu menjaga kesetiaannya. Wujud riil taqwa adalah ketika seorang pedagang tidak menipu kepada pembelinya. Wujud riil taqwa bagi orang miskin adalah ikhtiar mendapatkan harta yang halal. Wujud riil taqwa bagi orang kaya adalah banyak bersedekah menyantuni fakir miskin dan yatim piatu. Wujud riil taqwa adalah ketika seorang karyawan tetap bekerja dan disiplin saat atasannya tidak ada. Wujud riil taqwa adalah ketika seorang pejabat tidak menyalahgunakan jabatannya. Wujud riil taqwa adalah ketika seorang penguasa atau pemimpin menjalankan amanahnya mengurusi rakyat dengan baik.

Itu adalah wujud-wujud riil taqwa. Mengapa demikian? Karena orang yang bertaqwa orientasi hidupnya hanya kepada Allah SWT. Ketika seorang berpuasa dalam keadaan sendiri dan makanan ada di depannya, karena orientasi puasa kita karena Alloh maka kita tak berani memakannya. Ketika suami sendiri, padahal di sekitar kita banyak wanita menjajakan diri, suami bertaqwa tidak takut istri, tapi takut dosa kepada Alloh. Ketika pejabat di ruangan sendiri, milyaran uang berada dalam laci, pejabat bertaqwa tidak takut KPK, tapi takut kepada Allah. dst..dst..dst
Pertanyaan selanjutnya: Mengapa kita harus bertaqwa?
Jawaban singkat yang pertama: adalah agar Allah tidak murka kepada kita. Jika Alloh murka maka yang kena bukan hanya kita, istri kita, suami kita, anak kita, saudara kita, tetangga kita, penduduk sekampung, bahkan rakyat senegara. Kedahsyatan murka Alloh sesuai dengan kadar kesalahan kita.
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(QS. Al-Baqarah 286).

Mengapa kita harus bertaqwa?

Jawaban yang kedua: karena taqwa adalah tujuan antara atau jembatan penghubung dalam mencapai kebahagian yang menjadi tujuan utama manusia. Semua manusia pasti mendambakan hidup bahagia. Tapi terkadang ukuran kebahagiaan seseorang itu berbeda. Tapi Islam memberikan tuntunan untuk mencapai hidup bahagia yang hakiki. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat kelak.

Pertanyaan selanjutnya: Apa hubungan taqwa dengan bahagia?
Dalam al-Quran banyak ayat yang mengaitkan taqwa dengan bahagia. Misalnya:

وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Bertaqwalah kalian kepada Allah agar kalian memperoleh kebahagiaan (QS Ali Imran 200)
فَاتَّقُواْ اللّهَ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Maka bertaqwalah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang berakal agar kalian memperoleh kebahagiaan (QS. Almaidah 100).
Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang bunyinya serupa.

Allohuakbar 3x walillahilhamd

Ada enam kiat yang diajarkan Islam agar kita bisa hidup bahagia. Kiat-kiat tersebut semuanya berkaitan dengan nilai taqwa :

Pertama, Hidup bergantung hanya kepada Allah SWT. (Allohushomad)

Jika perbuatan kita ingin punya nilai, maka harus senantiasa didasari oleh orientasi kepada Allah Penguasa alam semesta. Jika sebaliknya, kita melakukan suatu perbuatan dimana kita mengharapkan pujian dari manusia, manakala tidak ada yang memuji, maka hati kita akan kecewa, merasa sedih, dan galau. Begitu juga dalam bekerja, jika ingin dinilai ibadah, maka baik ada orang maupun tidak ada, ada atasan ataupun tidak; kita tetap bekerja dengan baik, karena kita hanya berorientasi kepada Allah SWT. Jika orientasi hidup kita sudah kepada Allah, maka apapun sikap manusia terhadap diri kita; jika memuji kita tak akan lupa diri, dan jika menyakiti, kita tak akan kecewa dan sakit hati. Begitu pula terkadang kita menghadapi ketakutan dan kekhawatiran dalam menghadapi kehidupan, misalnya khawatir pesawat yang kita tumpangi jatuh. Kekhawatiran ini akan menimbulkan ketidaktenangan. Apabila kita menghadapi hal seperti itu, maka satu-satunya cara agar kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan tersebut adalah dengan menggantungkan diri kita kepada Allah SWT Sang Pemilik dan Pengatur alam semesta.
Sikap mental seperti inilah sumber ketenangan dan ketenangan akan menghasilkan kebahagiaan.
Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.(QS Al-Fajr 27-30)

Kedua, melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi larangan-Nya.

Agar kita hidup bahagia, maka cara yang harus kita lakukan adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menyimpang dari aturannya hanya akan menimbulkan masalah dalam diri kita, dan masalah akan mengakibatkan rasa gelisah dan tidak tenang. Semakin jauh kita menyimpang dari ketentuannya akan semakin banyak masalah yang ditimbulkan, dan semakin banyak masalah yang muncul, akan semakin galau kehidupan kita.

Ketiga, banyak beristighfar dan berdzikir

Tak ada manusia yang tak pernah melakukan dosa atau kesalahan. Tetapi menyimpan rasa salah dan dosa dalam diri kita hanya akan menimbulkan kesengsaraan jiwa kita.. Maka untuk mengobatinya adalah dengan mohon ampun dan berdzikir agar dosa yang meracuni jiwa kita dihapuskan. Selain itu berdzikir mengingat Allah walaupun hanya dengan lisan dan suara hati, akan memberikan aura pada jiwa kita berupa ketenangan.
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (Ar-Ra'du 28).

Keempat, segera meminta maaf bila melakukan kesalahan pada sesama manusia.

Sebagai manusia, mungkin saja kita membuat kesalahan kepada teman, rekan, saudara, tetangga atau orang lainnya. Agar kita tidak terus merasa cemas, was-was dan gelisah sebagai akibat dari kesalahan yang kita buat kepada orang lain tersebut. Kita jangan ragu dan gengsi untuk meminta maaf, apabila kita memang berbuat salah kepada orang lain.

Kelima, merasa cukup (Qanaah) dan bersyukur.

Bersikap merasa cukup atas apa yang telah Allah berikan kepada kita akan menimbulkan rasa syukur. Sikap bersyukur dengan merasa cukup ini akan membebaskan kita dari hawa nafsu untuk selalu memiliki yang lebih dan lebih tanpa ada rasa puas. Sikap selalu merasa kurang akan membuat hati kita terus-menerus dilanda gelisah yang membuat jiwa kita tidak tenang. Rasa tidak puas adalah perasaan yang ditumbuhkan oleh hawa nafsu yang tanpa batas dan dapat menjerumuskan kita pada kesengsaraan batiniah.

Keenam, banyak memberi.

Kiat yang terakhir yang harus kita lakukan agar kita hidup merasa bahagia adalah dengan banyak berbagi kepada orang lain, terutama kepada orang-orang yang nasibnya tidak sebaik kita. Meskipun orang yang diberi itu merasa senang, tapi batiniah orang yang memberi jauh merasa lebih berbahagia, karena tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan di bawah. Kita harus terus berupaya agar apapun yang kita miliki memiliki dampak dan nilai manfaat yang dirasakan oleh orang lain yang ada di sekitar kita.

Itulah enam kiat bahagia yang semuanya sesungguhnya mencerminkan wujud taqwa. Jika setiap kita melaksanakan wujud taqwa ini maka kita pasti akan memperoleh kebahagian dan di jauhkan dari musibah dan malapetaka.

Marilah kita ubah musibah yang mungkin telah menimpa diri kita atau masyarakat kita; menjadi sebuah nikmat agar hidup bahagia dunia dan akhirat. Caranya dengan mengubah perilaku pribadi dan perilaku masyarakat kita. Sebagai individu, marilah kita buang arogansi Fir`aun, kerakusan Qarun, kelicikan Haman dan kemunafikan Bal`am. Sebagai bangsa, marilah kita tinggalkan sikap feodal kaum Nuh, kesombongan kaum `Ad, keserakahan kaum Tsamud, tabiat menyimpang penduduk Sodom, dan kecurangan penduduk Aikah.
Insya Allah, pribadi kita khususnya akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, dan bangsa Indonesia umumnya akan kembali ke tempat terhormat penuh rahmat. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (سبأ : 15)
Negara aman makmur gemah ripah lohjinawi dalam ampunan rabul izzati.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْءَانِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ،
وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَات فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.




KHUTBAH KEDUA

اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ * اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ*
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ.
الحمد لله الذى خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا،
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ َلا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
الذي بلغ الرسالة، وأدّى الأمانة، ونصح الأمة، وجاهد في الله حق جهاده،
اللَّهُمَّ فصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هذا النبي الكريم سيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ
لهم بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Dalam khotbah kedua ini sebelum kita berdoa, marilah kita saling memaafkan, bebaskan rasa dendam dalam diri kita agar kita menjadi pribadi yang suci bebas dari dosa baik kepada Allah maupun kepada sesama. Marilah kita memanjatkan doa kepada Allah `Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita.
إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. قل اللهم مالك الملك تؤتي الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير إنك على كل شيء قدير. تولج الليل في النهار وتولج النهار في الليل وتخرج الحي من الميت وتخرج الميت من الحي وترزق من تشاء بغير حساب
Allohumma ya robbana…
Engkau saksikan kami pada pagi ini menundukkan kepala dengan kepasrahan dan kerendahan hati. Kami yang hadir di sini adalah hamba-hambaMu yang lemah tanpa daya. Hamba-hambaMu yang banyak dosa dan kesalahan ! Karena itu ya Allah ampunkanlah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, saudara-saudara kami, guru-guru kami, handai taulan, muslimin dan muslimat baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Ya Allah jangan Engkau tinggalkan dosa kami kecuali Engkau ampuni, jangan biarkan orang sakit di antara kami, kecuali Engkau sembuhkan. Jangan Engkau tinggalkan seorang dalam keadaan susah dan resah kecuali Engkau segerakan kebahagian. Jangan Engkau jadikan dosa-dosa kami sebagai penghalang dari rahmat dan magfirahMu. Dan jangan jadikan dosa-dosa kami sebagai penghalang limpahan rizkiMu.

Ya Allah, Jangan biarkan tumbuh dalam hati kami rasa hasud, iri dengki, dendam, permusuhan dan perselisihan. Jadikan jiwa dan hati kami berkumpul di atas mahabbah dan kecintaan kepadaMu, himpunlah jiwa kami dalam ketaatan kepadaMu.

Ya Allah, kami bersyukur atas karunia yang Engkau berikan berupa amanah kehidupan. pasangan hidup, anak-anak, cucu-cucu, pekerjaan, kekayaan. Untuk itu ya Allah bantulah kami dari kelemahan-kelemahan kami, jangan sampai semua itu menjadi fitnah bagi kami di dunia, terlebih di akhirat. Jadikan itu perhiasan hidup dan penyejuk hati yang dapat mengokohkan iman kami dan membawa kebahagiaan.
Ya Allah kokohkan ikatan persaudaraan kami, kekalkan cinta di antara kami, tunjukkan kami, dengan sinarMu yang tak pernah pudar, hiasi jiwa kami dengan tawakal kepadaMu, hidupkan jiwa kami dalam ma’rifah kepadaMu dan matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah.

Ya Allah, tunjukilah para pemimpin bangsa kami ke jalanMu yang lurus, berilah mereka kesabaran dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini, sadarkan orang-orang yang zhalim di antara mereka, jauhkanlah musibah dari kami dan bangsa kami. Berilah kesabaran kepada orang-orang yang terkena musibah, Ya Allah, angkatlah bangsa kami dari jurang kehinaan, bimbinglah para pemimpin kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Ya Alloh, Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa kami.

Allaahumma innaa nas’aluka l-`afwa wa l-`aafiyah, wa l-mu`aafaata d-daa’imah, fi d-diini wa d-dunyaa wa l-aakhirah, wa l-fauza bi l-jannah, wa n-najaata mina n-naar.

Allaahumma innaa nas’aluka muujibaati rahmatik, wa `azaa’ima maghfiratik, wa s-salaamata min kulli itsm, wa l-ghaniimata min kulli birr, wa l-fauza bi l-jannah, wa n-najaata mina n-naar.
Allaahumma innaa nas’aluka iimaanan kaamilaa, wa yaqiinan shaadiqaa, wa `ilman naafi`aa, wa rizqan waasi`aa, wa qalban khaasyi`aa, wa lisaanan dzaakiraa, wa halaalan thayyibaa, wa taubatan nashuuhaa, wa taubatan qabla l-mauut, wa raahatan `inda l-mauut, wa maghfiratan wa rahmatan ba`da l-mauut, wa l-`afwa `inda l-hisaab, wa l-fauza bi l-jannah, wa n-najaata mina n-naar.
Rabbanaa aatinaa fi d-dunyaa hasanah, wa fi l-aakhirati hasanah, wa qinaa `adzaaba n-naar, wa adkhilna l-jannata ma`a l-abraar, yaa `aziiz, yaa ghaffaar, yaa rabba l-`aalamiin.


وجعلنا الله و إياكم من العائدين والفائزين المقبولين

Was-salaamu `alaikum wa rahmatu l-Laahi wa barakaatuh.

Selasa, September 01, 2009

KTT DARURAT UNI AFRIKA TENTANG DARFUR DAN SOMALIA

Chaired By Leader of the Revolution, Chairman of the African Union Proceedings of the AU Summit for Resolution of Conflicts in Africa Kicks Off in Tripoli

Tripoli-31.8.2009

Chaired by the Leader of the Revolution, Chairman of the African Union, the Summit for Resolution of Conflicts in Africa kicked off in Tripoli today amidst celebrations of the 40th anniversary of al Fatah Revolution.
After the national anthem, the Leader of the Revolution opened the session with a statement in which stressed that the conflicts which are bogging down the continent progress are unnecessary legacy of colonial era.
He said the convention of this conference is an attempt by Africa to solve its own problems on its own.. since it possesses the potential to face up to the challenges and find solutions to conflicts.
The Leader stressed the need for Africa both current and future generations that there are no conflicts, wars or rebellion especially now that the continent is heading towards the establishment of the United States of Africa.



Tripoli-31.8.2009
Following is the text of the Leader's statement:

In the name of Allah we open the special summit of the African Union today 31 August 2009 in Tripoli in an attempt by Africa to solve its own problems on its own..since it possesses the potential to face up to the challenges and find solutions to conflicts.

As we head move on towards establishment of AU basic institutions and transition to Union authority and establishment of the African Defence Council and the African Agency for Protection of outside borders and the African Readied Force being in the making now in every region..it is in the interests of our generation and the future generations that there are no conflicts, rebellions, civil wars and border conflicts.
We are heading towards the United States of Africa which will remove all traces of colonial divisions.
The borders created by the occupation will disappear, to give way to the one African space, the common market, the one currency, the one identity.. this is happening not just in Africa, but in the entire world which is turning into a bigger entities with full potential capable of competing among one another in a way that the national state no longer able to do.



Conflicts are not in our interest, which would waste our time and squander our efforts.
Instead of moving forward to build Africa and exploit its resources that are being looted and exploited by foreign forces, now we're moving in circles in the same place with unnecessary problems, which are the remnants of the colonial era, the border of each African nation is inherited.
We have agreed that there should be conflict over these borders, we there is African integration, these borders would be of no significance.

Now, it would futile to give them significance, effort or waste time for this as it will eliminated in the future, because there is a reality, a national state, from now on, wouldn't be able to exist on its own, it cannot protect its borders on its own even if it was a powerful country just as in Europe or Asia.




When distinguish between the two types of conflicts that are before us:

- Conflict between two counties, this is what we should confront and find the solution between the brothers, this is supposedly the specialty of the UN Security Council at the global level.

It is the international conflict between two countries, especially when it is an armed conflict, use of force, or threatening to use it, this is what threatens world peace and security, and hence the UN Security Council is at the global level.
Now, other blocs and spaces have emerged in the world, that does not trust the so-called "UN Security Council", and establish regional security council in the world to resolve conflicts without the need to refer it to the so-called "UN Security Council".
We should confront this type of conflict between the two countries, as we have the right to intervene, the right to end and resolve it.
This is the basic type of conflict.





The second type of conflict is internal, a civil war, domestic insurgency, internal coups.
From the legal point of view, this a domestic matter, not the responsibility of anyone not concerned with the matter.
Each country has its constituents and legal institutions and can confront the internal problem, no one has the right to interfere, neither the African Union nor the so-called "UN Security Council", nor any other country.
These matter should be resolved for the people of the country.



We can give an example on these two types:
- The first type: there aren't many.
There is the conflict between Sudan and Chad.
This conflict is between two African sisterly neighboring countries, we should confront it and impose the resolution both countries.
Of course, what's between Chad and Sudan is not a border conflict, you all know it is a conflict within Sudan and a conflict within Chad, which have reflected on relations between the two countries, because this country accuse the other of supporting the domestic conflict, a matter that led to the deterioration of relations between both countries.




There is a border dispute between Ethiopia and Eritrea, two neighboring sisterly countries, unfortunately, there was a fierce war over the border of the two countries.
Now, the situation is calm, there is nothing in the horizons that indicate a renewed armed conflict, as they tested armed conflict and which was a grave loss for both countries.
Nevertheless, the border dispute was only resolved by the ruling of the international court that was recognized, however, there is a secondary problem, the demarcation of the border and what could arise for the population over the border line.
Through my contacts with the brothers in Ethiopia and in Eritrea, they have asked me not include the problem in the agenda of the special session, and down to their desire we will not discuss the matter.
If they think the situation is not grave, however, the African Union has the right to resolve the conflict between two African nations, as this is not an internal matter, rather between two nations or more.
In this case as in the international community intervenes in such cases, the African Union intervenes in such cases, as it is not an internal matter, especially when reaches the use of force or threatening to use it.
However, an effort should be made to convince the brothers in Ethiopia and Eritrea that we, the African Union, should end the demarcation of the border and the consequences in a cordial and sound fashion.
I am truly not assured to leave the matter as it is, but it could be a time bomb, let us not deceive ourselves.




There was an armed conflict in the Great Lake region, and, thank God, it has ended.
The situation between Rwanda and the Democratic Republic of Congo is not bad rather, there is a cooperation between both countries to combat insurgents in both countries.
Other than this, there are no conflicts between a country and another, which is our specialty and it concerns us and it is our right to intervene and try to resolve it.




The second type of conflict is:
What is going on in Somalia is an internal matter, but it's very grave that led to the absence of a country in the African Union and the United Nations, it has practically became absent, an armed conflict between the Somalis themselves.
A conflict erupted in Kenya following the elections, in spite of the great loss in that conflict that mounted to thousands of lives due to the elections, but, it ended with an African and a Kenyan will, thank God, Kenya is stable, there is nothing that could be discussed.
There was an internal dispute in Zimbabwe...a power dispute just as in Kenya, it was self-solved.
All o it of course with Africa's assistance, however, thanks to the internal elements in Kenya and Zimbabwe.
There was a conflict of this sort in Cote D'Ivoire that has abated now, however, an observation is required to once and for all reach a final solution, especially when the election date is approaching.




Darfur is an internal problem that could have been resolved by Sudan, Darfur is a part of Sudan, and this part has rebelled for excuses which it thought deserved defending, but foreign intervention is what fueled the flame.
We should acknowledge that there are global forces that has international strategies and schemes that could reach a hundred year or more on how they could benefit from the world and it resources and how to colonize it.
He how has an immense force will not resort to peace and they will search for how to use this force.

It is natural for a super power to use this brute force, Hitler, Napoleon, Gomez, Qurush, Jenggis Khan and Alexander Maqdouni used it, the United States uses it now and Britain has used it in the past.
All the super powers have used it...the Ottomans have used it, the Islamic Khilafat has used it and conquer Europe and reached Europe and wanted to occupy it, the European colonialism tried to occupy the entire world.
Unfortunately, he who has power wants to use it.




These superpowers are still present now and are doing their thing in Africa's problems, the Darfur problem is not far from the greed of the superpowers.
There is oil in Sudan, the superpowers want to put their hands on the oil sources and their companies have the lion's share in these privileges.
There are other resources such as uranium, gold and gas in African countries, which make the greedy drool.
You have witnessed how Libya suffered because it has oil and gas, they make vague excuses, but the objective is known, it is to put their hands in Libyan oil and gas, just as in the Gulf now, and as schemed for oil-rich Gulf of Guinea.
We are not exonerating the superpowers from igniting internal wars, especially in Africa and Darfur on top.
The Darfur problem should have been resolved internally, and Sudan should have resolved its problems on its own, however, it was internationalized for the reasons I have mentioned.
Since the international community and greedy countries have entered, the African Union shouldn't keep its hands tied.
Herein, we have listed it in our agenda and try to resolve it.
However, the thing that we should resolve is the conflict between Chad and Sudan.
We cannot do anything for the insurgency in Chad, and perhaps we cannot do anything for the insurgency in Sudan as well.




Coups and insurgencies are known..we must thank our brothers in Guinea Bissau who after assassination of our brother President Nino acted in accordance with the constitution and the law ..they caused us no problems ..when the President was dead the army assumed power, which was a good thing, they prevented the collapse of law and order.
This matter we still follow up ..if it were internal matter like Mauritania in which the problem is solved by fair elections and it is now full member of the African Union.
Now Guinea Bissau is a member of the African Union.
Madagascar is another internal problem ..a conflict between brothers ..between the sons of Madagascar themselves..it is not the first time in their history..we cannot intervene from outside in the problem of Madagascar.
In fact Mauritania ..Guinea Bissau , Cote D'Avoire ..Darfur and Madagascar are all internal problems that nobody has a right to intervene in.. only to offer help bridge the gap and try to find solution.






I don't want to review the efforts that have been made to resolve this problem, perhaps the Chairperson of the Commission will, however, efforts were actually made, and sometimes diligent efforts were made by mediators and the international community.
Now, we're supposed to be in the final stages of resolving the problem, whether it was an internal or border.. I don't see a major step for Darfur or south Sudan, Chad and Sudan...I don't see a genuine step in this matter if we went far from international intervention of greed.
Frankly, we're facing our problems: isn't it enough that a Darfur faction has an office in Tel Aviv and backed by the so-called "Israel" and it is under its protection, this indicates sabotage foreign power that intervenes into Africa's internal problems and exaggerates it to make Africa preoccupied in problems so they can plunder its wealth with their multinational companies.





So, there is actually a foreign hand .
For your information , the Israelis have a card to play , they say we are a minority in the world, consequently, we support all minorities . They look for minorities in any country specially in Africa : they claim they support these minorities and they make alliance with them against the majority .
Therefore Israeli embassies in Africa have an essential task , that is looking for minorities which are searching to prove their identity , be that African minority religious , linguistic or ethnic in order to make an alliance with them and create an expansion inside each African country or outside Africa.
Their policy is clear, and they are behind this faction in Darfur.
This is a reality , for the office which is in Tel-Aviv and the head of this faction which calls itself, the liberation of Darfur supported by Israelis and he is now under the protection of France , he might be a terrorist or a rebel , but he is under protection a member state of the United Nations and his revolt is supported by these countries. His is very serious matter and we must be aware of it , So , we have demanded many times that Israeli embassies must get out of Africa because they are not diplomatic embassies and this is not a state , but a gang that declared its creation unilaterally on a disputed land .
We are not to discuss the Palestinian problem , but I am saying that Israelis have a big role in Africa in instigating these disputes and problem in Darfur is clear proof since they are impudently and openly behind this crisis and any African country with minority will be supported by the Israelis .
Do be deceived by the Israelis , they will not give you useful aid since they take rather than give and you can see for yourselves which country benefited from the Israelis .




I would like brothers that the African conflict resolution item to be a permanent item on the agenda of the African Union and be subject of follow up ..this was not done in the past where we used to meet and did not discuss conflicts.
The thing which one rather abhors is that some of our brothers who got problems between one another do not file them to the African Union under the plea that they do not want to meet face to face.
This is unacceptable ..we meet as a union ..a continent ..as brothers..if we have problems we should put them on the table.
We need not to insult one another once we are in conflict ,.. but we have to make our arguments ..and we will help them find a solution.
Now I invite the Chairman of the commission to read out the review report of these problems briefly.






The Chairman of the AU Commission read this report which he started it by extending congratulations to the leader and the Libyan people on the 40th anniversary of Great al-Fatah Revolution where he said :
'' On this occasion where the 40th anniversary of the Revolution coincides with the 10th anniversary of the creation of our present organization , wishing all happy anniversary .
I would like on behalf of the Commission and myself to convey our warm congratulations and sincere good wishes to the leader of the Revolution and to the Libyan people on these memorable occasions and specially for the notable progress gained in political, economic , social and cultural aspects and for Libya's considerable contributions in promoting Africa's causes'' .
The Commission's Chairman saluted the leader's initiative by calling for holding this summit .
He said : '' You really gave this session a very deep and clear consideration about a fundamental issue regarding the fate of our continent , that is disputes and different political crisis that Africa witnesses during the past twenty years ''.





The report reviewed samples of tragedies and losses caused by these conflicts and the problems facing the continent .
He stated in this respect: ( There are about 20 internal disputes most of them occurred in less than a quarter of a century . That made our continent the biggest in the number of refugees , that is about ( 3 ) millions out of the figure ( 10. 5 ) millions being counted around the world .
Africa has ( 1.6 ) million refugees out of ( 26 ) million around the world .
There are also other figures concerning millions killed and disabled most of them women and children as a direct or indirect result of these disputes.
Besides that there heavy losses due to these tragic armed conflicts at social and economic levels that reached about ( 18 ) billions a year from the 90's on .
Added to these huge losses, economic activities shrinked in those countries, besides the decrease of capital and investments necessary for development ., destruction of infrastructure, the lack of food security and spread of diseases and deterioration of the environment.''



The African Commission report has underscored the importance of such meeting, not only because of the suffering of communities and countries from conflicts but also for strengthening the African Union's role which in the past had not exploited its potential to face up to the challenges and problems.
He said " your session was the right answer to these concerns, and your commitment to bring an end to conflicts testifies to Africa's resolve not to sit idle and let the progress that's been made fall hostage to continuing conflicts.
The report stressed that this special session indicates the growing awareness throughout the continent of an increased commitment to an Africa that has a collective management of conflicts, promote common action and to use the all its potential to achieve peace , security and development.
The report reviewed the effort that was exerted in the hotspots throughout the continent.




Before the opening session adjourned , the leader saluted on behalf of the Libyan people African leaders and delegations that came from everywhere to participate tomorrow in the historical grand celebration marking the 40th anniversary of Great al-Fatah Revolution, the universal Revolution that has changed the course of events in the world since its outbreak in 1969.
The leader said :
'' Now , as we are about to end the opening session , we extend thanks to our dear guests who honored us by attending this special session of the African summit , Heads of State, Representatives of Heads of State and Governments , peoples and organizations that came from Asia, Europe and Latin America.
He also have the honor that a number of former African heads of state who are with us here and we extend our greetings and regard to them .
On behalf of the Libyan people we thank all of you , brother leaders of Africa, Heads of State and of delegations who came from all over to share with us tomorrow in the grand celebration marking the 40th anniversary of Great al-Fatah Revolution . .. The universal and historic Revolution that had an impact on the course of events in the world since its outbreak in the year 1969 .
It actually transferred into a people's revolution inside and into an international Revolution outside .
We , the Libyans are pleased to convey our best regards and thanks to our African brothers and to our guests from outside Africa who came from far distance. some of them who are Muslims came despite the fasting , but they decided to come and to be among their Libyan brothers.
This gives us the honor and makes us delighted and grateful to all for attending this historical celebration .

SIKAP TEGAS SANG RAJAWALI AFRIKA: KOL. MUAMMAR GADDAFI

RAJAWALI AFRIKA TETAP LANTANG BERPIHAK MENUNTUT KEADILAN DUNIA INTERNASIONAL

Rajawali Afrika, Pemimpin Libya Kol. Muammar Gaddafi atas nama Ketua Uni Afrika pada pembukaan KTT Gerakan Non-Blok ke-15 di Sharm Sheikh Mesir tgl. 15 Juli 2009 meminta kepada GNB untuk menuntut perubahan terhadap status quo sistem internasional yang ada dan meminta kepada para pemimpin negara-negara GNB dukungannya terhadap usulan yang diajukan Libya untuk mendirikan Dewan Keamanan GNB sebagai ganti dari Dewan Keamanan yang ada sekarang dengan alasan bahwa jumlah penduduk negara-negara Non-Blok merupakan representasi dari tiga seperempat penduduk dunia. Kol. Gaddafi mengungkapkan hal tersebut bahwa anggota GNB terdiri dari 118 buah negara yang apabila ada persoalan bagi anggota GNB dapat diketengahkan kepada Dewan Keamanan milik GNB, bukan kepada Dewan Keamanan yang ada sekarang karena tidak dapat percaya. DK PBB yang ada sekarang tidak ada keperpihakan dan perhatian kepada negara kecil dan miskin. DK PBB yang ada sekarang merupakan monopoli sekelompok kecil negara yang mempunyai keanggotaan tetap di badan PBB tersebut, bahkan lebih kecil lagi dikuasai oleh satu negara yang mengendalikan sepak terjang lembaga tersebut sehingga membahayakan bagi keamanan dunia. Bahkan Kol. Gaddafi menganggap bahwa Dewan Keamanan sebagai alat bagi satu negara tertentu, bukan representasi dunia yang pada akhirnya menjadi boomerang bagi negara kecil dan miskin yang mayoritas merupakan anggota GNB.

Kol. Gaddafi juga meminta kepada GNB untuk membuat Mahkamah Kriminal Internasional sebagai ganti dari Mahkamah Kriminal Internasional yang ada sekarang yang menurut Kol. Gaddafi menganut sistem double-standard yang menuntut hukuman kepada Presiden Sudan Omar Bashir tapi tidak menuntut yang membunuh jutaan orang di Irak dan membunuh tawanan perang. Kedua pernyataan tersebut yang dimaksud adalah AS yang menduduki Irak dan Israel yang membunuh tawanan perang Mesir pada masa perang antara kedua negara. Oleh karena itu, Kol. Gaddafi sebagai Ketua Uni Afrika akan menuntut pada Sidang Majlis Umum PBB bulan September 2009 jatah satu kursi tetap bagi Uni Afrika yang mempunyai hak veto sebagaimana anggota tetap lainnya (AS, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina). Sedangkan mengenai persoalan Iran, Kol. Gaddafi mendukung negara tersebut melakukan pengayaan uranium untuk kepentingan damai dan sebaliknya tidak mendukung apabila pengayaan uranium tersebut untuk tujuan-tujuan memproduksi senjata nuklir.
قراءة التاريخ ... مسارات تطوّر الفكر والمنهج


السبت, 22 أغسطس 2009

عمرو عبدالعزيز منير


ما بال المؤرخين عندنا الآن لا يؤثّرون في الحراك الفكري والعملي كما يحدث عند الآخرين؟! هل: لأننا ارتضينا الوقوف عند الماضي، ثم طال وقوفنا فتجمدنا، ثم أصبح انتاجنا اخباراً جامدة، لا تحس بها، ولا تؤثر في معاش الناس.

يمكن القول دون حذر شديد: لقد انقطع حاضرنا وغدنا عن أمسنا، وانقطع معه تواصلنا مع علوم أخرى لا يمكن أن يقوم التاريخ على ساقه من دونها. عندئذ أصبحنا ننتج وندرس تاريخاً لا يهتم به إلا الطالب ليعبر به بوابة الاختبار، أو ليردده البعض في المجالس من باب التسلية. وربما يتلطف آخرون ويصفون عمل بعض الإخباريين والرواة الذين يتقمصون دور المؤرخين بالخرافات والأساطير. والحق أن الراوي الإخباري يهتم بالأساطير والحكايات الشعبية، لأنها تحيط حديثه وكتاباته بهالة من المعجزات. وإن كانت الأساطير والحكايات الشعبية غير متسلسلة زمانياً. إلا ان اهتمام الإخباري بسياقها القصصي، يجعلها ذات قيمة اخبارية، دون أن يهتم برموزها ومضامينها الفكرية أو التمثيلية. التي أدت الى عجز المؤرخين المعاصرين عن تحصيل الكفاءة العلمية والمعرفة الواقعية بالمشكلات القائمة على الأرض لا الموروثة من غياهب التاريخ، الأمر الذي سبب لهم عجزاً في ابتكار الأفكار وبناء المنظومات المتماسكة فكرياً وواقعياً!!

تلك الأفكار والتساؤلات يستثيرها فينا المؤرخ العربي قاسم عبده قاسم عبر كتابه المتميز «قراءة التاريخ تطور الفكر والمنهج» الصادر أخيراً عن دار عين للدراسات، القاهرة 2009م. حيث يقودنا عبر الأقسام الأربعة للكتاب الى أن نتساءل: لماذا لا يكون المؤرخ المعاصر مثل المؤرخ القديم الذي عرفته الحضارة الإسلامية عندما كان الطبري مثلاً شيخاً للمؤرخين، وصاحب مدرسة فقهية، ومفسراً جليلاً، ومختصاً في علم القراءات. ورجلاً من رجال الحديث. لماذا أبعد كثيراً. لماذا لا يكون المؤرخ المعاصر مثل المؤرخ ابن بشر الذي كتب في التاريخ الحولي، وفي الأنساب، وفي الخيل، وفي البلدانيات، وله نظر في مجريات مجتمعه، وفي قضايا سياسية ودينية معاصرة له.

وأمر آخر له علاقة بهذه الإشكالية هو ما يسميه الجدران العالية التي بناها المؤرخ حول تخصصه الدقيق، فقد قطع كل علاقة له بتخصصات من جنس عمله أو قريبة منها. هذه الجدران جعلته حبيس تخصصه، وأحالته الى نوع من الغربة، لا نقول المعرفية، بل الغربة الفكرية، هذه الغربة ربما هي الدافع لأن يكون منغمساً في الماضي. أو الماضي الذي هو ميدان عمله. وربما ترك ما عداه من مواضيع أُخر.

الكتاب يعد قراءة معاصرة في فلسفة التاريخ وتعرية حقيقية لواقع الدراسات التاريخية المعاصرة ويؤكد أن الماضي ليس صندوقاً مغلقاً، ولا تحفة خاملة في زاوية متحف مهجور، الماضي كتاب مفتوح ووقود فاعل في حراك الحاضر وأهداف المستقبل. ولن يكون للمؤرخ دور في زمنه الذي يعيشه، إذا لم يتناول تخصصه بمنهج جديد، ورؤى جديدة، وعين فاحصة، ويد صانع، وعليه فوق هذا أن يردم الفجوة الكبيرة التي ارتضاها لنفسه بين الماضي والحاضر، كيف يقوم بردم الفجوة. الأمر بسيط يبدأ من استعمال اللغة التي هي لغة العلوم، ومصطلحات اليوم. ثم عليه أن ينظر في كل قضية حدثت في الماضي، بعد توثيقها وتحليلها وتفكيكها وربطها بأخريات من أمثالها، عليه أن يبين ما فائدة عمله هذا بمعاش اليوم. وهو ما نسميه بدروس التاريخ. فإن لم يفعل أصبح مثل الذي يشخص المرض ثم لا يصف الدواء. والناس اليوم تريد التشخيص وتريد العلاج.

على أن آخرين قد يرون في هذا الحديث قتلاً للتخصص الدقيق. أو كما قال بعضهم عولمة التخصصات. ولكن ما الضير في عولمة العلوم والتخصصات والمناهج. لقد ران علينا زمن لا نعرف إلا التخصص الدقيق، ثم أخذنا في تضييق الدقيق هذا، حتى أصبح مثل سم الخياط، فضاق علينا، وضاق على غيرنا. وزهد فينا الناس، وقالوا فينا وفي التاريخ الأقاويل.

بيد أن الحقيقة التي يكشفها المؤرخ قاسم عبده قاسم: هي أن علاقة الإنسان بالتاريخ في كل الثقافات وفي كل الحضارات، علاقة واحدة: فالإنسان يصنع تاريخه كما أنه صنيعة التاريخ الذي يمثل تراثه، ويشكل عاداته وتقاليده، كما أنه قاعدة وجوده الآني والمستقبلي يصدق هذا على الفكر الإغريقي والروماني، كما يصدق على الفكر العربي الإسلامي في عصور السيادة الإسلامية، ويصدق على العصور القديمة مثلما يصدق على الحال في العالم المعاصر أوائل القرن الحادي والعشرين.

ولأن ما يحمله مستقبل الإنسان يتوه في ضبابية الاحتمالات والتوقعات، لأن ما حدث في مجال التدخل في الخصائص البيولوجية، واكتشاف خريطة الجينات البشرية، واحتمالات تطبيق ما تم في مجال الاستنساخ على الإنسان، يجعل المستقبل حافلاً باحتمالات لا يمكن توقعها، ومن ناحية أخرى، فإن شكل العلاقات الدولية، وتطورات المفاهيم الاقتصادية والأنساق والعلاقات الاجتماعية، يمكن أن يشكل المستقبل على نحو غير متوقع وغير مسبوق في تاريخ البشرية. كذلك فإن علاقة الإنسان بالبيئة التي يعيش في رحابها قد تغير من شكلها، ومن أنشطة البشر حفاظاً على البيئة التي صارت هاجساً من هواجس الحاضر والمستقبل. من هنا يقول قاسم عبده قاسم: «إن لهذه الأسباب جميعاً لا يستطيع أحد أن يتكهن بمسار سفينة رحلة «تاريخ التاريخ» في المستقبل القريب أو المستقبل البعيد!!
السبب في ذلك انها رحلة لم تصل الى غايتها، بل انها لن تصل الى هذه الغاية سوى بعد أن تصل رحلة الإنسان - التي لم تتم عبر الزمان - الى غايتها. وعندها لن يكون هناك معنى لاستمرار رحلة «تاريخ التاريخ»... لأنه ليس هناك «تاريخ» من دون «إنسان».

ويختتم المؤرخ قاسم عبده قاسم كتابه بتوجيه الدعوة الى الباحثين والمؤرخين الذين يصرون على تقديم التاريخ في القوالب القديمة الجامدة بضرورة أن يدركوا أنهم يطرحون نوعاً من البضاعة في سوق لا تريدها، وعليهم أن يقدموا بضاعتهم في الشكل الذي يناسب العصر، وبالأسلوب الذي يفضله المستهلك مع الاحتفاظ بأصول البحث العلمي قاعدة لكل هذه المحاولات. لقد مرت مهنة المؤرخين بأزمات كثيرة في تاريخها بحسب ما يكشف هذا الكتاب، ولكنها كانت باستمرار تطور نفسها من خلال منهج البحث التاريخي وأنماط الكتابة التاريخية ويحسن بنا الآن أن نتحدث عن «أنماط المعرفة التاريخية» بدلاً من الحديث عن «أنماط الكتابة التاريخية»، لأن التاريخ لم يعد رهن الكتابة وحدها. عمل رغم تخصصه الدقيق يضمن المتعة حتى لغير المتخصصين.

* كاتب مصري

CATATAN TTG PERJANJIAN NABI DGN KRISTEN KOPTIK MESIR

أضواء على العهد المنسوب الى النبي والموجه الى رهبان سيناء

السبت, 15 أغسطس 2009
عبدالحميد ناصف


عند الفتح العربي لمصر، لم تصطدم جيوش المسلمين الظافرة بأي حركة مقاومة من جانب الهيئة الوحيدة المنظمة التي كان يعمل حسابها في تلك البقاع الوعرة ألا وهو دير سانت كاترين، وقد كانت سيناء، وما زالت عند العرب المسلمين منطقة مقدسة حينما ذكرها في القرآن الكريم. وفي نحو عام 621 كان الاسراء والمعراج لسيدنا محمد (صلى الله عليه وسلم) الذي وقف به الملاك جبريل عند جبل سيناء.

أما عن وجود العرب في سيناء، فيرى البعض أن ذلك يرجع الى زمن الامبراطور جوستينيان أوائل القرن السادس الميلادي حيث وجد المؤرخ الراحل نعوم شقير في أحد أدراج مكتبة سيناء ما يفيد بأن الأعراب من بني اسماعيل كانوا يعيشون في تلك المنطقة قبل بناء الدير، ومن أقدم القبائل الأصلية التي بقي أثرها في شبه الجزيرة بعد فتح العرب لها: قبائل الحماضة، والتبنة، والموطرة، وقبيلة العايد التي عهدت اليهما الحكومة المصرية قديماً حراسة المحمل الشريف من مصر الى العقبة، كما ورد ذكرهم في كتاب «الأم» المحفوظ بالدير. حيث كان لهم الاشراف على قبائل الطور ورهبان دير سيناء في بيت شيخهم بشأن تاجير الإبل وتأمين الطرق.

وهناك أيضاً قبيلة بني واصل التي أجمع الثقات في سيناء على أنها من بني عقبة من عرب الحجاز، وأن افرادها هاجروا الى بلاد الطور واقتسموا البلاد مع قبيلة الحماضة كما قرأ شقير ذكراً لبني واصل وقبيلة النفيعات في كتاب الأم. ويمكن القول بأن تاريخ الدير مع الحكّام المسلمين كان غالباً لصالح الرهبان فهو يحظى بمكانه مرموقة ومركز ممتاز، وليس أدل على ذلك من حرص الرسول العربي نبينا محمد (صلى الله عليه وسلم) أن يعطي للرهبان عهداً بالأمان وذلك منذ وطئت قدماه الكريمتان حدود سيناء في آيلة .«ايلات» عند زيارته لتبوك

وقد كانت مسألة عهد النبي (صلى الله عليه وسلم) مثار خلافات بين المؤرخين الذين تصدوا لها بين مؤيد للعهد وآخر ينفى هذا العهد جملة وتفصيلاً. فالمستر بازيلي يؤكد مكافأة الرسول (صلى الله عليه وسلم) للرهبان أثناء زيارته للدير على حسن ضيافتهم له ومنحهم هذا الأمان. وقد نادى المؤرخ عزيز سوريال عطية بالرأي نفسه حين قال إنه مع اعطاء محمد (صلى الله عليه وسلم) توقيعه على العهد انضم لها كل المسلمين المخلصين ليحموا الدير ورهبانه.

وكذلك يؤيد السيد رابينو صحة هذا العهد ويسميه بالعقد نامة، كما تؤكد السيدة دبسون أن الرسول (صلى الله عليه وسلم) قد أعطى الدير خطاب حمايته ووقعه بنفسه بعلامة سوداء أو ببصمة سوداء حيث أنه لا يستطيع الكتابة، أما Lina Ecanstein فتفترض أن الرسول (صلى الله عليه وسلم) قد أعطى هذا الأمان للرهبان.

ويقول المستعرب الروسي بيرمنوف أن مطران سيناء قسطنديوس في كتابه عن مصر والمطبوع في أربعينات القرن التاسع عشر أن محمد (صلى الله عليه وسلم) رد جميل حسن الضيافة للرهبان بمنحهم في اليوم الثالث من محرم سنة 624م صك الأمان وأن النص كان محفوراً على جلد غزال بخط كوفي ممهور ببصمة يد محمد (صلى الله عليه وسلم) وتوقيع 21 شاهداً. ومن المهم أن ننوه بأن الكنيسة الأرثوذكسية قد تذرعت بهذه الوثيقة عام 1810م في نضالها لاستعادة حقوقها في ضريح السيد المسيح في القدس حيث قرئت بشكل احتفالي مهيب لإثبات حقوق أتباع المذهب الأرثوذكسي وامتيازاتهم.
ونود القول بأنه لو ثبت حقاً أن الرسول (صلى الله عليه وسلم) قد أعطى هذا العهد فإنه أعطاه للمسيحيين جميعاً وليس لطائفة بعينها.

من ناحية أخرى، ينفي بعض المؤرخين صحة هذا الموضوع، فأسد رستم عند حديثه عن الرسائل التي بعثها سيدنا محمد (صلى الله عليه وسلم) للأمراء والأباطرة المحيطين بالجزيرة العربية لم يذكر هذا العهد والشيء نفسه بالنسبة الى حميد الله الحيدبادي وأحمد زكي باشا شيخ العروبة. وحجة المعارضين هنا أن لغة العهد تختلف عن لغة عصر النبي ففيها من التراكيب والألفاظ ما لم يكن مألوفاً في ذلك العصر.

إضافة الى أن الوثيقة مؤرخة في السنة الثانية للهجرة مع أن الهجرة لم يؤرخ لها إلا بعد السنة الـ 18 أي بعد وفاة الرسول بسبع سنوات. وفضلاً عن ذلك أن بعض الشهود المذكورين في نهاية الوثيقة مثل أبي هريرة، وأبى الدرداء لم يكونوا قد أسلموا بعد في السنة الثانية للهجرة. وأخيراً فإن مؤرخي الإسلام لم يذكروا هذه الوثيقة ولم يأتوا بأي اشارة تدل عليها.
وفي ضوء ذلك فإن من المعتقد أن الرهبان لا يدعون أن هذه العهدة هي الأصل الذي صور عن النبي (صلى الله عليه وسلم) ولا صورة طبق الأصل. بل هي الصورة التي أعطيت لهم بعد أخذ العهد منهم، كما أن ثاني سنة للهجرة ليس لها تاريخ أصلاً بل أن العهدة التي في أيدينا تذكر ان الأصل أعطي في ثاني سني الهجرة والظاهر أنه ثامن - على حد قول شقير - لا ثاني سني الهجرة فحرفة النساخ، ومثل هذا التحريف وارد ولا سيما أن النساخ كانوا من الأعاجم - وعلينا أن نتذكر أن رهبان الدير كانوا في غالبيتهم من الأروام وهم الذين يجيدون الكتابة - وأخيراً فإن عدم ذكر أحد المؤرخين، للأصل لا يطعن بصحته وإن كان «المقريزي» في كتابه «القول الابريزي» الذي جمعه مينا اسكندر ودوّن فيه ما يخص بالقبط مما كتبه المقريزي في خططه وطبعه في القاهرة عام 1898م. قد أورد نص هذا العقد، ونحن من جانبنا لا نستبعد صحة هذا العهد أو صحة الأصل المفقود لأن هذا العهد لا يخرج في مضمونه عن مآثر ومعاني الاسلام السمحة، كما أن المؤرخ أبي سعد يذكر أن الرسول قد أرسل كتاباً في السنة السابقة من الهجرة الى الأسقف يدعوه للاسلام ونحن لا نعرف بالضبط ما اذا كان هذا الاسقف هو أسقف دير سانت كاترين أو أي رئيس ديني آخر. ومن المرجح أن يكون رهبان سيناء قد طلبوا تأكيد الأمان والعهد من عمر بن العاص بعد أن اجتاز رفح أول حدود مصر الشرقية. ويبدو أن طائفة الأرمن في القدس يوجد لديها عهد آخر تزعم أنه لصحالها من قبل النبي محمد (صلى الله عليه وسلم) وإن كنا نعتقد أنه وضع خصيصاً لحماية مصالح الطائفة.

JIHAD: BUKAN MATI FI SABILILLAH, TAPI HIDUP FI SABILILLAH

Gamal Al-Banna: Jihad, bukan berarti mati fi sabilillah. Tapi hidup fi sabilillah.

Penulis dan Pemikir Islam asal Mesir, adik kandung pendiri Ikhwan Muslimin, Ust. Gamal Al-Banna (89 tahun) membuat kegemparan baru yang mengejutkan dengan menolak bahwa jihad sebagai bab untuk menyebarkan akidah Islam dimana dia melihat hal tersebut bersinggungan dengan kebebasan orang lain dalam berkeyakinan (agama). Ust. Al-Banna menegaskan bahwa jihad Islam yang diperlukan saat ini bukan berarti perang, akan tetapi bangkit dari keterbelakangan, kemunduran, kejumudan, kemiskinan, kebodohan dsb., dan berjuang untuk maju dengan mempergunakan media kehidupan (taskhir) di dunia Islam. Hal ini berarti adanya pergeseran paradigm dalam pengertian jihad. Maka makna jihad menjadi ber’jihad’ dalam meraih kehidupan dengan penuh kemuliaan, dedikasi, pengabdian. Bukan mati dalam bom bunuh diri.
Ust. Al-Banna mengatakan dalam bukunya (Al-Jihad), bahwa jihad saat ini bukannya mati fi sabilillah. Akan tetapi hidup fi sabilillah. Dia mengambil contoh bahwa jihad pada zaman Nabi dan para khalifah di masa awal Islam ditujukan kepada kaisar, Kisra (system kerajaan dan dinasti) dan model kapitalisme yang memperbudak rakyat. Jihad pada abad lalu untuk mengembalikan kebebasan politik dan mengenyahkan penjajah. Simbol jihad pada zaman dulu adalah ‘siapa yang membaiat saya mati fi sabillah’, saat ini simbolnya adalah ‘siapa yang membait saya hidup fi sabilillah’. Dia menegaskan bahwa makna jihad salah difahami pada masa lalu maupun sekarang. Bahwa Jihad yang benar yang dikehendaki oleh agama Islam adalah bergerak pada pembangunan kepada ‘pertempuran menuju peradaban’, bangkit dengan produktifitas dan menegakkan keadilan dibawah panji jihad suci. Lebih lanjut Ust. Gamal mengatakan apabila akidah itu bersifat ‘tetap’, baku, maka syariah itu berkembang, berubah dan berkelindan karena diusung untuk suatu kemaslahatan atau hikmah atau sebab (kasus). Sudah sering kali dirinya mengatakan bahwa pemikiran Islam tidak dapat melampaui tantangan besar yaitu pemikiran salafi yang telah diletakkan oleh para Imam besar sejak seribu tahun lalu. Dia menambahkan mereka adalah para imam spektakuler dan mukhlis serta mukmin. Namun mereka bukan malaikat. Mereka berada pada masa sulit saat itu, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk mengkultuskannya terhadap formula hukum-hukum yang dikembangkannya.

Sabtu, Maret 07, 2009

CINA MELUMAT HABIS AFRIKA

CINA MELUMAT AFRIKA

Kunjungan Presiden Cina, Hu Jin Tao Ke Afrika belum lama ini mengisyaratkan ’tagalgul’ dan pelalangbuanaan Cina di benua hitam tersebut dengan lebih kencang dan penetrasi lebih dalam tanpa gembar gembor. Pepatah Cina mengatakan, ’untuk mengambil harus tahu memberi’. Nampaknya pepatah sederhana ini telah berubah menjadi ’ penyemangat’ dalam mekanisme ekonomi Cina yang melompat menjadi propaganda yang dikampanyekan dalam perang ekonomi dilakukan dengan menggebu-gebu, dan jauh dari hingar bingar media setempat di Afrika, dimana pada waktu belum terlalu lama masih menjadi ’surga’ bagi Perancis dimana sebelumnya Inggris lebih menguasai pada masa pasca penjajahan fisik.

Di bawah bayangan krisis keuanan global, Cina tetap dan terus menggempur gurun pasir dan padang tandus Afrika, seolah-olah krisis keuangan global tidak terasa dan tidak ada. Buktinya, Presiden Hu Jin Tao melanglang buana memulai perjalannya ke Afrika, dimulai dari Senegal di ujung Barat, Mali di tengah, Tanzania dan Kepulauan Mourisius di Timur, dimana negara-negara tersebut memainkan peranan cukup penting dalam percaturan politik, ekonomi tradisonal dan sejarah - dalam dekade penjajahan Perancis dulu -dan sekarang menjadi negara demokrati. Apakah Cina akan menggantikan peran Perancis di Afrika yang sekarang telah mengendur perannya? Apakah Cina telah mendapatkan sumber-sumber ’harta karun’ Afrika – bahwa kendurnya Perancis di Afrika karena alasan-alasan ekonomi dan politis dan sekarang saatnya untuk memotong jalan dan membegalnya dengan tidak memberikan kesempatan bagi Perancis untuk kembali lagi ke Afrika?

Kendati Menlu Cina telah menegaskan di awal kunjungan Presiden Hu Jin Tao bahwa hubungan Cina dengan negara-negara Afrika, bukan hanya didasarkan pada kekayaan energi dan ’harta karun’ yang terpendam di perut bumi benua hitam tersebut semata, akan tetapi nilai dan volume investasi Cina di benua Afrika menandakan bahwa kekuatan ekonomi Afrika yang menanjak dengan segala konsekuensinya dan menggantikan posisi Perancis yang semakin jauh dari Afrika - didasarkan pada kepentingan politik Cina yang cerdas, smooth dan seimbang yang tidak dilepaskan dari iming-iming kepada para penguasa Afrika, termasuk mereka juga menolak intervensi asing terhadap masalah dalam negeri mereka. Hal ini berbeda dengan pola yang dilakukan Perancis terhadap negara-negara Arika khususnya, dan negara-negara Eropa pada umumnya, yang lebih mengetengahkan dan mempersoalkan – sesuai dengan maslahat dan kepentingan mereka dengan menggunakan tohoan masalah ’HAM’ sebagai tongkat dan cambuk - sebagai syarat diantara syarat-syarat investasi dan berinteraksi dengan penguasa Afrika yang ada.

Cina – disamping hal diatas – juga menguasai politik dan ekonomi benua Afrika yang saling menguntungkan (naf’iyyah). Kullu hammiha adalah mengadakan bagaimana mengadakan kontrak investasi jangka panjang (long investment) yang menggunakan semua mekanisme untuk mensukseskan tujuannya. Cina membangun infrastruktur dikawasan benua hitam tersebut seperti jalan raya sebagai jantung transportasi, jembatan, rumah sakit, membenahi lembaga-lembaga pemerintah dalam mengeimplementasikan saling mendapatkan manfaat yang akhirnya menjamin keuntungan yang sangat besar dalam jangka panjang (Politik mengambil hati).

Fleksibilitas Cina dalam mengadakan kerjasama dan hubungan dengan pemerintah Afrika, dimana mayoritas penguasa Afrika naik ke kekuasaan biasanya dengan jalan kekeraan seperti kudeta militer atau konflik etnis yang berkepanjangan – yang oleh masyarakat internasional dipandang dengan kacamata ’geram’, sehingga negara-negara Afrika bersedia melakukan investasi besar-besaran dengan Cina dan menganggapnya sebagai mitra yang dipercaya, karena persoalan tadi bahwa Cina tidak mencapuri urusan dalam negeri mereka (Afrika).

Cina memperlakukan Afrika sesuai dengan konsep strategi ekonomi yang ’milestone’nya sudah diagendakan pada KTT Cina-Afrika di Beijing Nopember 2006; lalu dari KTT tersebut muncul strategi dan taktik implementasi yang dilempar untuk mewujudkan beberapa sasaran dan target jangka pendek selama 3 tahun ke depan. Taktik ini didasarkan pada paradigma bagaimana ’menyabet’ dan menyapu semua harta karun ’Afrika’ melalui dukungan yang berlipat ganda kepada negara-negara Afrika dan menghapus hutang mereka sebanyak 168 buah hutang yang tersebar di 33 negara Afrika. Berkat sytrategi yang diterapkan tersebut, Cina telah berhasil melakukan kontrak dan kesepakatan dengan 48 buah negara Afrika dari 53 buah negara di benua Afrika (hanya 5 negara saja yang belum dirambah) dan berambisi pencapaian volume dan nilai perdagangannya sebesar USD $ 1 miliar, sehingga menjadi investor terbesar di Afrika dalam bidang infrastruktur.

Di Senegal, misalnya Cina masuk dalam industri baja (besi), fosfat dan emas. Group Henan telah memenangkan kontrak dalam pembangunan proyek jalan raya, jembatan dan bendungan (sungai); sedangkan perusahaan telcom Cina, Huawei co menguasai sektor telekomunikasi dan wireless di seluruh benua Afrika, disamping masuk dalam produksi minyak Senegal yang produksinya sudah mencapai 1 miliar barel. (Catatan: Libyan Telcom and Technology (LTT) telah melakukan kontrak dalam pengembangan jasa telkom di Libya dan mengembangkan WIMAX dalam bidang telekomunikasi dengan prusahaan Cina Huawei).

Di Mali, emas menjadi ‘garapan’ Cina, dimana Mali sebagai produsen emas terbesar ketiga di Afrika sesudah Afrika Selatan dan Ghana. Walaupun investasi di bidang ini biasanya dilakukan oleh Afrika Selatan dan Canada, sesungguhnya Cina sudah menancapkan kukunya lebih cepat dan mengambil harta karun serta kekayaan Mali hanya soal waktu saja, karena sesungguhnya Cina membiayai proyek besar produksi gula di Selatan negara tersebut setelah membuat proyek lain yaitu pabrik pemintalan dan produksi pakaian jadi yang siap ekspor.

Di Tanzania, Cina bisa meyakinkan pemerintah Tanzania untuk mengolah lahan sawah seluas 330 Ha untuk memproduksi padi dengan nilai investasi sebesar USD $ 143 juta. Cina mengharapkan dari proyek ini sebagai sumber jaminan ketahanan pangan baru Cina, dan selanjutnya Cina akan membuat 15 buah proyek serupa di Afrika. Cina juga tidak membiarkan garis pantai Afrika Timur sepanjang 2300 km yang potensial terbengkalai begitu saja. Oleh karena itu Cina meningkatkan investasinya di Kepulauan Mourisius, dimana perusahaan Cina, Group Tian Li menginvestasikan dana sebesar USD $ 500 juta untuk membangun (markab shina’i) raksasa dengan bekerjasama dengan 40 perusahaan Cina lainnya dari berbagai bidang.

Statistik mengatakan bahwa Cina sudah ‘menelan’ hampir seluruh benua Afrika dari berbagai penjuru, Utara, Selatan, Timur dan Barat. Sehingga tidak ada lagi negara lain yang bisa menandinginya sesudah Afrifa menjadi ‘traktor’ yang menjamin ketahangan pangan bagi Cina dan menjadi komoditas utama gudangnya. Cina telah menginvestasikan dana di Al-Jazair sebesar 812 juta euro, di Sudan sebesar 15 miliar euro, di Chad sebesar 530 juta euro, Niger sebesar 330 juta euro dan di Guinea sebesar 69 juta euro. Meninjau besarnya volume investasi Cina di benua Afrika, bisa dikatakan bahwa benua Afrika di masa mendatang akan berbicara bahasa Cina dengan lancar (hahaha...) apabila Afrika tidak mempunyai bahasa kedua (2nd languages), kendati media massa masih fokus pada konflik (berebut pengaruh) antara AS dan Perancis di benua hitam tersebut. Akan tetapi ‘fakta dan data’ yang ada di depan mata menegaskan bahwa konflik tersebut telah masuk ke dalam ‘buku sejarah’ dan Cina buktinya telah menjadi kekuatan ekonomi yang menancap dalam di benua hitam tersebut. Bahkan dengan cara yang cerdas dan smooth tanpa gembar-gembor ‘dentuman bom dan kapal perang, juga tanpa mencari pangkalan militer kecuali hanya mencari yang mengenyangkan perut dan kantong, Cina sudah lbih dulu melahap ‘makanan’ isi perut benua Afrika.

Mohamed Saleh Majid,
Al-Arab Int., 17 Februari 2009.

Rabu, Maret 04, 2009

100 TAHUN KELAHIRAN PENYAIR LIBYA, IBRAHIM AL-ASTHA OMAR (1908-1950)

100 TAHUN KELAHIRAN PENYAIR LIBYA, IBRAHIM AL-ASTHA OMAR (1908-1950)


Sebagai penghargaan kepada budayawan dan tokoh intelektual nasional Libya, Dar al-Kutub al-Wathaniyah (semacam Balai Pustaka-nya Libya) memperingati 100 tahun kelahiran penyair dan pujangga Libya, Ibrahim Al-Astha Omar (1908-1950) pada tgl. 24 – 25 Februari 2009. Peringatan budaya dan sastra tersebut melibatkan para sastrawan Libya dengan membuat studi dan riset mengenai peran, karya dan kepenyairan Ibrahim A. Omar. Juga dilaksanakan malam seni, budaya dan otologi syair yang diikuti oleh para penyair Libya, antara lain, Rashid Zubeir, Azab Rakabi, Mohamed Mehdi, Haniyah Kadiki, Ragab Majiri, Rihab Sneib, Isham Farjani dan Abdul Hamid Bathaw. Tamu kehormatan pada malam ontologi tersebut adalah budayawan Libya, Ali Moustafa al-Misurati (diambil dari nama kota Misurata, - kota ketiga terbesar di Libya, setelah Tripoli dan Benghazi – dimana kumpulan cerpennya, ‘Abdel Karim Tahta al-Jisr’ [Abdel Karim..dibawah Jembatan], terbitan al-Muassasah al-Arabiyah li al-Nasyar wa al-Ibda’, Casablanca, Maroko sedang saya baca, disamping novel ‘Khirrijaat Qaryunes’ (Cewek-cewek Alumni Universitas Qaryunes), karya Aisha al-Ashfar, terbitan Dar al-Kutub al-Wathaniyah, Benghazi, Libya).

Ibrahim Al-Astha Omar dilahirkan di kota Darnah pada tahun 1908, dan bekerja di Bagian Bea dan Cukai. Kemudian ikut tes masuk kepegawaian kehakiman dan diangkat sebagai Hakim. Sempat memimpin cabang ’Jam’iyah Omar Mukhtar’ (Organisasi Omar Mukhtar) di kota kelahirannya Darnah. Kemudian dia mengembara dan merantau ke Mesir, Syria, Irak dan Jordania Timur. Di negeri-negeri tersebut, dia bertemu dan bergumul dengan tokoh sastrawan dan budayawan negara tersebut, disamping dia menjadi anggota Komite Pembela Barqa dan Tripoli di Damaskus. Pada tahun 1967 dia menerbitkan ontology puisinya, berjudul, ‘al-Bulbul wa al-Wakar’. Sastrawan dan budayawan Ali Moustafa al- Misurati juga menulis tentang Ibrahim A. Omar dengan judul, ‘Syair min Libya…Ibrahim Al-Astha Omar (Penyair dari Libya….Ibrahim A. Omar), terbit pada tahun 1957. Dia meninggal pada tgl. 26 September 1950.

Menurut Dr. Shaeed Abou Deeb bahwa Ibrahim A. Omar termasuk diantara penyair yang awal-awal merespon ‘al-Mahgar School’ dalam syair dan sastra ( salah seorang tokoh penyair ‘al-Mahgar School’ adalah Gubran Khalil Gubran, yang di Indonesia dikenal dengan ‘Kahlil Gibran, yang sebenarnya adalah nama ayahnya, penyair asal Lebanon yang menetap di AS. Dalam konteks ‘al-Mahgar School’ terdapat dua aliran, yaitu aliran Amerika Utara yang berpusat di AS, sekarang dan kedua aliran Amerika Latin yang berpusat di Brazilia). Respon tersebut nampak pada karya syair dan perenungannya melalui kontemplasi pergumulan dengan persoalan kemanusiaan dan kebebasan (al-insaniyah wa al-hurriyah). Ibrahim tercatat dalam sejarah dan biografinya, suatu sikap dan ekspresi nasionalisme yang dipertahankan dan, bahkan diperjuangkan hingga akhir hayatnya, seperti tema-tema, kebenaran (truth), kebebasan dan cinta tanah air. Hal ini yang membuat karya-karya kepenyairannya senantiasa up to date dan perennial.

Menurut Dr. Omar Khalifah bin Idris, Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Qaryunes, Benghazi, Libya, bahwa Ibrahim A. Omar adalah seorang penyair sebagaimana penyalir lainnya, yang menulis berbagai tema kehidupan dan terlibat serta bergumul di dalamnya tentang kehidupan tersebut. Sedangkan tema nasionalisme dan idealisme, dsb, merupakan pintu gerbang keterkaitan dan ketersambungan sang penyair antara ‘wujdan’ dengan pembacanya. Romantika keindahan dan kepenyairannya, menurut penyair Mohamed al-Faqih Saleh, bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, romantisme-nasionalisme yang erat hubungannya dengan persoalan ‘wujdaan’ dalam kerangka penggempuran terhadap kejumudan, status quo, berjihad dan melawan keputusasaan. Kedua, kecenderungan tradisional yang berhubungan dengan kembalinya ‘si anak hilang’ ke pangkuan ibu pertiwi Libya setelah mengembara ke barbagai negara Arab dan keikutsertaannya pada pergerakan politik nasional, baik sebagai tokoh dan pemimpin pada sebagian gerakan melalui ‘Jam’iyah Omar Mukhtar’, sehingga kepenyairannya merefleksian – pada awalnya – kerinduan pada ‘wujdan dan zat’; kemudian melebar pada tema tradisonal – persoalan kehidupan umum masyarakat luas. Sedangkan menurut Dr. Nagia Maulud Kailani, dari Departemen Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Al-Fateh, Tripoli mengatakan bahwa tema besar kepenyairan Ibrahim A. Omar mengungkapkan berbagai paradoks persoalan, akan tetapi secara umum yang menjadi tema utamanya adalah persoalan kemanusian dengan berbagai aspek pergumulannya. Manusia yang mengalami ‘humuum’ kehidupan dan juga ‘humuum’ orang lain.

Sumber, Al-Arab Int., 2 Maret 2009

Jumat, Februari 27, 2009

KOL. MUAMMAR GADDAFI: KETUA UNI AFRIKA

KOL. MUAMMAR GADDAFI: PIHAK ASING PENGGERAK KONFLIK DI DARFUR, SUDAN.



Pemimpin Libya, Kol. Muammar Gaddafi mengatakan bahwa usaha-usaha yang sekarang dilakukan untuk memahkamahkan Presiden Sudan, Omar Hassan Al-bashir sebagai pelaku kejahatan kriminal perang di Darfur di belakangnya adalah akibat intervensi asing ke dalam urusan dalam negeri Sudan. Gaddafi mempertanyakan dalam keterangannya di depan anggota ’Dukungan Kerjasama’ antara Uni Afrika-UNESCO tentang sebab-sebab pemahkamah-an Omar Al-bashir setelah jelas bahwa persoalan di darfur dibelakangnya adalah pihak asing. Dia menambahkan bukan rahasia lagi apa yang terjadi di Darfur digerakkan oleh ’kekuatan asing’, setelah ditemukan bukti-bukti kuat bahwa para tokoh pemberontak yang menguasai Darfur telah membuka kantor perwakilannya di Israel dan bersekongkol dengan militer Israel. Gaddafi menunjuk komunikasi intensif yang dilakukan antara Faksi Gerakan Tentara Pembebasan Sudan’ dengan Israel. Gaddafi mengajak Mahkamah Kriminal Internasional, PBB dan organisasi Internasional lainnya untuk menyaksikan betapa drama tragedi kemanusiaan terjadi. Di pihak lain, Gaddafi –yang juga Ketua Uni Afrika pada KTT UA di Addis Ababa awal Februari lalu – memperingatkan akan bencana akibat dari ’internasionalisasi’ konflik kekuasaan di Mauritania menjadi persoalan dunia seperti yang terjadi di Darfur. Gaddafi memperingatkan kepada pihak asing, ’jangan mencampuri urusan dalam negeri Afrika, karena kami (bangsa Afrika) mampu menyelesaikan persoalan Afrika’. Dia juga menandaskan bahwa adanya kepentingan dan intervensi asing membuat persoalan menjadi bertambah rumit. Dia mempertanyakan bahwa di Eropa juga terjadi konflik (persoalan) tapi kami tidak intervensi. Akan tetapi kenapa mereka ikut campur urusan kami. Padahal kami tidak butuh bantuan yang malah membuat dan menjadi bensin berkobarnya api konflik’. Bahwa bantuan yang diberikan selama ini oleh AS, Eropa dan Jepang kepada Afrika hanya untuk kepentingan dukungan Afrika terhadap pemilihan mereka. Mereka berjanji dengan memberikan abntuan miliaran dolar kepada Afrika, akan tetapi semuanya hanya ’janji’ dan ’tinggal janji’. Setelah mereka terpilih...mereka lupa dan Afrika tidak mendapatkan apa-apa hingga saat ini. Oleh karena itu, kami menghadapi mereka dan membongkar kedok sebenarnya. Pihaknya juga mengutuk dengan keras serangan yang ditujukan kepada Pasukan Negara-Negara Afrika atas nama benua Afrika untuk perdamaian dan kedamaian di pelosok Somalia dan mengembalikan negara tersebut kepada stabilitas. Pihaknya meminta rakyat Somalia untuk menahan diri dan menghindari perbuatan brutal tersebut pada pasukan yang mengiinginkan kedamaian di negara mereka. (Al-Arab, 25 Februari 2009).

Catatan:

Ketua dan Pendiri Tentara Pembebasan Sudan, yang tinggal di Paris dalam wawancara jarak jauh (tele-conference) dengan jaringan TV AL-Jazeera mengatakan bahwa pihaknya apabila berhasil merebut kekuasaan akan langsung membuka Kedutaan Besar Israel di ibu kota Sudan, Khartoum dan membuka Konsulat Jenderal Israel di Darfur. Dia mengatakan bahwa dirinya bolak-balik berkunjung ke Israel untuk mengecek 8000 orang pengungsi anggotanya yang saat ini berada di Israel.

Kamis, Februari 26, 2009

GADDAFI ISLAMIC CENTER SENTUL SELATAN BOGOR

Republika, Rabu, 18 Februari 2009

Moamar Qadafi Islamic Center Segera Diresmikan

Umat Muslim Indonesia tak lama lagi akan memiliki sebuah pusat kegiatan dakwah bernama Moamar Qadafi Islamic Center. Pembangunan tahap pertama pusat dakwah Islam yang terletak di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, itu telah selesai. Qadafi Center yang dibangun di atas lahan seluas 12.600 meter terdiri atas bangunan masjid, convention hall, serta menara setinggi 57 meter yang dilengkapi lift.

''Moamar Qadafi Islamic Center ini, insya Allah akan diresmikan pada 13 Mei 2009 mendatang,'' ungkap Pembina Moamar Qadafi Islamic Center, KH Muhyiddin Junaidi. Menurut dia, pusat kegiatan umat yang akan mencetak kader-kader dai dan ulama di Indonesia itu mampu menampung sekitar 22 ribu jamaah. Selain itu, gedung megah berlantai tiga itu juga dihiasi dengan air mancur.

Pembangunan tahap pertama Moamar Qadafi Islamic Center yang dibiayai World Islamic Call Society (WICS) organisasi dakwah Islam dunia yang berpusat di Tripoli, Libya itu menelan biaya sebesar Rp 36,9 miliar. ''Untuk pembangunan tahap kedua, dianggarkan dana sebesar Rp 23 miliar,'' imbuhnya. Dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun taman, area parkir, serta pesantren.

Selain itu, pusat kegiatan umat Islam itu akan dihiasi payung yang serupa dengan yang ada di Masjid Nabawi Madinah. Kehadiran pusat keislaman itu juga diharapkan dapat membentengi akidah umat Islam di wilayah sekitar yang kini menjadi sasaran pemurtadan. hri

(Sumber, Koran Republika, 18 Feb 2009). Bagi yang belum baca Republika, sebagai info.

Catatan:

Berbagai harapan muncul dari adanya Pusat Islam tersebut. Semga menjadi sebuah Pusat Islam yang bukan hanya kemegahan fisik bangunannya tapi juga idealismenya. Ketika delegasi businessmen Libya dan media TV Libya berkunjung ke lokasi, pada bulan Oktober 2008, bangunan utama hampir rampung.

Sebagaimana dijelaskan oleh K.H. Muhyiddin Junaidi (biasa dipanggil Pak Jun) bahwa Gaddafi Islamic Center (GIC) dibangun oleh World Islamic Call Society (WICS) dimana WICS itu sendiri di Tripoli membawahi sebuah perguruan tinggi dakwah yang dikhsususkan bagi mahasiswa asing bernama Kulliyat Dakwah Islamiyah (KDI). KDI sendiri mengelola program S1, S2 dan S3. Idealnya, GIC dapat mengelola Kulliyat seperti KDI di Indonesia untuk mahasiswa program S1 denga pertimbangan pengelolaan tersebut lebih murah dibandingkan dengan mengiriman mahasiswa S1 ke Libya. Bisa jadi, 1 berbanding 30. artinya, bila WICS melalui GIC mengadakan kuliah maka akan tetampung 30 orang mahasiswa sebanding dengan mengirim hanya 1 orang mahasiswa belaajr di WICS -KDI Tripoli. Sedangkan KDI Tripoli (Pusat) hanya untuk mehasiswa yang meneruskan doktoralnya saja (S2 dan S3).

Hal semacam itu juga sebenarnya yang melrbelakangi Islamic College for Advanced Studies (ICAS) yang berpusat di London mengadakan kerjasama dengan Uiversitas Paramadina Jakarta dimana, menurut Dr. Ali Movahedi, Direktur ICAS Jakarta pertama mengatakan berbanding, 1 : 50 orang.

SINDIKAT ESEK-ESEK DI SAUDI (MAKKAH AL-MUKARRAMAH)

Polisi Agama Saudi Arabia (hay'at al-Amr bi al-Ma'ruf wa al-Nahyi an al-Munkar) mengumumkan bahwa pihaknya telah menangkap sindikat yang bergerak di bidang pelacuran terselubung dengan dalih kawin kontrak.

Ketua Polisi Agama Saudi Arabia, Sheikh Abd. Rahman bin Hamad al-Dailaj mengatakan bahwa kantor cabang Makkah telah berhasil menangkap sindikat tersebut yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan dua orang cewek dari warga negara Asia (Indonesia) setelah mendapat informasi bahwa sindikat tersebut melakukan pelacuran dengan kedok agama. Dia menambahkan bahwa cewek itu sangat popuer di kalangan pencari 'cewek' buat bobo-boboan, namanya Farida yang biasa mendatangkan cewek yang diminta para pemuda hidung belang dan diproses perkawinan kontrak. Setelah berhasil mendapatkan nomor Hp Farida dan berpura-pura memesan cewek untuk dikawinkan kontrak, kantor Polisi Agama Makkah berhasil menangkap geng tersebut. Kelompok itu menawarkan harga sebsar SR 3000 Saudi Riyal (1 USD = SR 3.75), belum termasuk SR 500 uang lelah dan SR 200 untuk saksi dan diperlukan dua orang saksi. Busettttt berani amat di tanah suci....gilaaaa. (Sumber: surat kabar Al-Arab, 10 Feb 2009).

Koran Al-Arab sebelumnya juga melaporkan pengakuan orang Saudi yang jalan-jalan ke Puncak dan Cisarua, yang mengaku ditawari cewek lengkap dengan 'penghulu' dan caln cewek. Makelar tersebut membawa 10 orang cewek dan berkta, silahkan pilih yang anda suka. Gadis harganya USD 300 dan janda USD 200. lama masa kawin kontraknya terserah (maftuh)... Ternyata menurut sahabat saya yang banyak tahu hal tersebut, ada sindikat sendiri di Jakarta. Orng Arab senengya di Jakarta tinggal di kawasan Atrium Senen dan suka nongkrong di food court. Dimana pelayaannya restoran disitu mantan TKW di Timteng yang bisa bahasa arab 'amiyah' dan berperan menjadi makelar. Maka transaksi esek-esek dari situ di mulai. Juga restoran favorit mereka terletak di jalan Raden Saleh. Disitu banyak nongrng mobil plat Bogor dan sukabumi, yang juga berperan sebagai makelar. Belum lagi Cisarua yang lengkap dengan kedai-kedai yang menjual berbagai macam makanan dan warkop khas Arab. Pantes ketika saya makan di salah satu restoran di Raden Saleh ada cewek bertelpon ria dalam bahsa Arab didampingi cowok Arab...dan gak lama datang cewek dengan pakaian seksi dan seronok... Wallahu A'lam selanjutnya...karena saya meninggakan tempat itu duluan...

TUNIIA: TEMPAT MENARIK 'MAKAN ANGN'

International Living menempatkan Tunisia, sebuah negeri nun di Afrika Utara berbatasan degan Libya dan Al-Jazair menjadi tempat teratas buat plesiran dan cari angin. Tunisia menempati ranking ke-77 dari seluruh dunia dan menempati ranking teratas dari dunia Arab dan Timur Tengah, diikuti kemduian oleh Maroko dan Jordan, ranking ke-91 dan Maroko ranking ke-98. Perankingan International Living berdasarkan unsur-unsur enjoying kehidupan dari sisi ekonomi, sosial, kesehatan dan lingkugan.

Tunisia menjadi berubah sejak beberapa tahun terakhir ini berkat sistem yang diterapkan oleh Presiden Zenabdeen Ben Ali membuat lmpatan dalam kemajuan egeri itu di berbagai bidang, terutama dalam jaudah al-hayat, dimana sejak tahun 1987 pendapatan perkapita pendudunya melompat 4 kali menjadi USD $ 5.000, penduduk tingkat menengah semakin banyak mencapai 2/3 jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan menurun sebear 3.8 %.

Diatara unsur yang jelas dalam jaudah al-hayat tersebut adalah meningkatnya keadaan 'berperadaban' menjadi 65 %, penerangan istrik dan air bersih naik menjadi 98 % dan penduduk yang punya rumah (gak ngontrak) menjadi 80 %. Sedangkan dalam bidang pendidikan Tuisia berhasil mensekolahkan 99% anak-anak usia sekolah dan merupakan angka spektakuler d dunia Arab. (Al-Arab, 13-14 Feb 2009).

KEGETIRAN SEORANG AHMED AL-IRYAN

Pada saat pembantaian Jalur Gaza oleh Israel, semua stasiun Radio dan TV Libya hanya menyiarkan dan menayangkan operet 'Al-Hilm Al-Arabi' (Mimpi orag Arab). Operet tersebut sagat menusuk hati dengan tayangan gambar kekejaman dan kesadisan tentara Israel terhadap warga sipil penduduk Palestina, juga perang saudara Palestina, maupun Arab-Arab. Pokoknya serba nestapa dan penderitaan manusia dech.. Lagu tersebut ditutup oleh kmentar seorang bocah cewek yang tatapan matanya kosong dan hampa.. mengambang.. mengawang...Dia bilang ya riiittttttttttt (oh...andaikan... ohhhhh...).

Penggalana lagu tersebut adalah:

Maatat quluubinnaas
Maatat binannakhwaa
Yumkin nasiitil yaoum
Innal Arab Ikhwah

(Hati dan nurani manusia sudah mati
Nurani kita juga sudah pada tertutp
Barangkali saat ini sudah pada lupa
bahwa sesama Arab itu bersaudara)

Pemimpin dunia Arab pada saat pembantaian Jalur Gaza tersebut (27 Des 2008 s/d 18 Januari 2009) mencrminkan kegundahan Ahmed Al-Iryan tersebut, berantem satu sama lain. Ada yang pengkhianat, ada yang penegcut, ada yang munafik, dan gak ada pejuang dan pembela kebenaran, kata mereka sendiri. Bahkan Dr. Abdul Hadi Athwan, mengatakan bahwa dunia Arab mengadapi /azmah aqiha wa azmah akhlaqiyah ( gak punya otak dan gak punya ahklak)....

FATWA MUFTI SAUDI SOAL USIA MENIKAH BAGI WANITA

Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Aalu Sheikh (Alu Sheikh, maksudnya keturunan Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab, yang dinisbatkan menjadi Wahabi, dan keturunannya bergelar dengan Alu Sheikh (keluarga Sheikh) menegaskan bahwa perkawinan perempuan yang berusia 10 tahun itu, halal dan boleh hukumnya.

Hal tersebut diungkapkan Sheikh Abdul Aziz dalam pegajian di Masjid Perumahan dosen Universitas Islam Imam Muhmad bin Saud Riyadh mengatakan bahwa kita sering mendengar melalui media tentang kawin usia ana-anak (al-qashiraat); dan wajib kit ketahui bahwa syariat Islam datang bukan untuk menzalimi kaum perempuan. Maka orang yang bilang bahwa tidak boleh kawin sebelum usia 15 tahun itu gak benar. Perempuan bila mencapai usia 10 tahun atau 12 tahun boleh dikawinkan. Orang yang bilang, usia itu terlalu kecil, maka pendapatnya salah dan telah menzalimi perempuan. Abdul Aziz melanjutkan orang yang mengatakan bahwa usia matang menikah pada umur 25 tahun sesungguhnya cara berfikirnya salah. Para orang tua kita, nenek kita, mereka kawin usinya belum genap 12 tahun. Akan tetapi pendidikan di rumah mereka yang benar oleh orang tua mereka menjadikan mereka mampu melaksanakan kewajiban dalam rumah tangga sebagai isteri. (Al-Arab, 15 Jan 2009)

Note:

Ulama Wahabi (Saudi) yang menganut faham literal dalam melihat persoalan, tidak memberlakuan ruang takwil di dalamnya dan tidak kontekstualisasi sehingga beragama menjadi kering. Celakanya faham model tersebut diekspor ke luar, terutama ke Indonesia yang notabene banyak yang tidak punya dasar pemahaman keilmuwan dasar Islamic Studies yang mumpuni, hanya modal semangat doang- menyambut aspek buih dari substansi ajaran Islam. Dalam soal usia perkawinan anak-anak tersebut, barangkali kasus Puji di Semarang menjadi salah contoh 'korban' kedangkalan pengetahuan Islamic Studies. Sangat mungkin rujukan yang dijadikan pedoman adalah buku-buku terjemahan ulama Wahabi atau buku yang ditulis oleh orang Indonesia yang juga berkiblat pada ulama Wahabi tersebut. Fenomena tersebut banyak meresahkan masyarakat dan para mahasiswi yang saya tahu yang cukup concern pada masalah perempuan dalam Islam.

Tapi ada fatwa lain yang juga datang dari Shekh Abdul Aziz yang tidak membolehkan perempuan bekerja, walaupun sebagai pegawai toko pakaian perempuan (semacam butik). Pendapat tersebut berbeda dengan Departemen Tenaga Kerja (Wizarah al-Amal) Saudi mengenai hal ini yang membolehkan perempuan bekerja di toko pakaian perempuan. Bahkan Polisi Agama Saudi (hay'at al-Amr bi al-Ma'ruf wa al-Nahyi an al-Munkar) yang terkenal keras dan kaku masih bisa memahami persoalan tersebut di atas.
Ketua Polisi Agama Saudi, Sheikh Ibrahim Al-Gheith mengatakan bahwa pihaknya tidak keberatan perempuan bekerja di toko pakaian perempuan apabila tokonya tidak bersebelahan dengan laki-laki. Perlu diketahui bahwa biasanya laki-laki yang menjadi penjaga toko yang menjual pakaian perempuan. Menteri Tenaga Kerja Saudi, Dr. Ghazi Al-Qushaibi daua tahun lalu telah mengeluarkan peraturan yang membolehkan pegawai perempuan bekerja di toko pakaian khusus perempuan. Akan tetapi peraturan ini belum bisa diterapkan karena kekuasaan agama yang sangat kuat dari kalangan ulama conservative Saudi yang tidak menyetujui peraturan tersebut, karena tidak adanya mall 'cewek' dimana semua nya hanya berbau cewek saja, dari mulai barang yang dijual, penjaga tokoya, pengunjungnya, OB-nya, cleaning servicenya dsb, - cuma sopirnya aja yang cowok ..ngkali.. Lucu...susah amat jadinya beragama. Katanya Islam pembebas wanita dari belenggu adat. (Al-Arab, 25 Des 2008)

20 EGARA TERLIBAT PEMBANTAIAN

20 NEGARA TERLIBAT DALAM PEMBANTAIAN WARGA JALUR GAZA, TOKOHNYA ADALAH ‘AMERIKA SERIKAT’.

Organisasi Amnesti Internasional menuduh Israel dan Hamas telah melakukan tindak kriminal perang dalam serangan terhadap warga sipil dan anak-anak di Jalur Gaza, Palestina selama 22 hari dari tanggal 27 Desember 2008 s/d 18 Januari 2009. Pihak Amnesti mengatakan terdapat bukti-bukti bahwa kedua belah pihak menggunakan senjata yang dipasok dari luar melalui laut untuk menyerang rakyat sipil. (Catatan: Coba perhatikan logika yang dibangun untuk menggiring sebuah tuduhan). Lapran Organisasi Hukum yang berpusat di London itu dikeluarkan kemarin (23 Februari 2009) menuntut Dewan Keamanan PBB untuk melarang dan memboikot pasokan senjata kepada semua pihak yang terlibat perang. Pihaknya juga menuduh Israel telah menggunakan senjata terlarang seperti phosphorus bombs (senjata kimia pospor putih) sebagaimana juga menuduh pihak Hamas telah meluncurkan roket ke kawasan Israel. (Catatan: Padahal kawasan Israel tersebut adalah daerah Palestina yang dicaploknya dan masih merupakan wilayah Palestina).

Akan tetapi para pengamat mengkritik - dalam konteks ini - penyamaan korban antara algojo sebagai kriminal perang dengan Hamas sebagai korban. Mereka menolak karena tidak bisa menyamakan antara Palestina dengan Israel, dan tidak fair membandingkan senjata yang menghancurkan dan canggih yang dipergunakan Israel dan dilarang oleh organisasi dunia dengan senjata ‘jadul’ yang digunakan oleh Hamas. Perlu dicatat bahwa roket yag diluncurkan Hamas ke Israel sejak 2001 hingga saat ini hanya bisa membunuh 18 orang warga Israel saja, sedangkan Israel hanya dalam tempo 3 minggu saja terlah sukses membunuh sebanyak 1300 warga sipil Palestina dimana lebih dari 50 % adalah anak-anak dan perempuan, serta melukai lebih 6000 orang. Donella Reveira, Utusan Amnesti Internasional ke Jaur Gaza sebagai Ketua Tim Pencari Fakta di Jalur Gaza mengatakan bahwa pembantaian dan serangan Israel telah menewaskan ratusan anak-anak dan warga sipil lainnya disamping telah menghacurkan semua sarana dan infrastruktur secara total di Jalur Gaza.

Di lain pihak, Malcolm Smart, Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara Amnesti Internasional meminta kepada Presiden Barack Hussain Obama untuk segera menyetop bantuan militer yang dialokasikan kepada Israel setelah Israel menggunakan senjata ‘haram’ dalam pembantaian terhadap warga sipil Jalur Gaza. Sedangkan bantuan amunisi dan persenjataan yang diberikan kepada Israel tersebut merupakan hasil pembayaran pajak warga negara AS.

Menurut laporan, bahwa lebih dari 20 negara terlibat konspirasi dalam pembunuhan warga sipil tersebut dengan menjual senjata kepada Israel yang dipergunakan oleh Israel dalam kejahatan perang dan melanggar hukum internasional. Para pengamat juga mengatakan bahwa organisasi dunia dan PBB menerapkan double standard ketika berbicara mengenai Israel, walaupun serangan terhadap Jalur Gaza baru-baru ini telah disaksikan miliaran mata manusia penduduk dunia melalui media massa, baik visual maupun Koran, internet dsb, akan tetapi Amnesti Internasional ingin memojokkan Hamas dalam laporan terakhirnya sehingga mengenyampingkan fakta yang sebenarnya, yaitu penghukuman dan kutukan kepada penjajah dan hak bangsa yang berjuang menuntut kemerdekaannya sebagai teroris.

(Koran Al-Arab International, London, 24 Februari 2009).